Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum..Amma Ba’d.

Beredar di berbagai media di negeri kita kabar tentang kontroversi bercampurnya shaf (barisan shalat) antara perempuan dan laki-laki yang terjadi pada sebuah event nasional beberapa waktu lalu, lantas bagaimana sebenarnya penjelasan syariat Islam berkenaan dengan hal tersebut?!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Sebaik-baik shaf (barisan di dalam shalat) bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang paling depan (HR. Muslim 132, Tirmidzi, no. 224, dan Ibnu Majah, no. 1000)

Hadis ini merupakan petunjuk untuk posisi shaf lelaki dan wanita, bahwa yang lebih sesuai sunnah, shaf wanita berada di belakang lelaki. Semakin jauh dari lelaki, semakin baik.

Jika shaf wanita sejajar dengan lelaki, apakah membatalkan shalat?

Berikut keterangan Syaikhul Islam,

وقوف المرأة خلف صف الرجال سنة مأمور بها، ولو وقفت في صف الرجال لكان ذلك مكروهاً، وهل تبطل صلاة من يحاذيها؟ فيه قولان للعلماء في مذهب أحمد وغيره:

”Posisi shaf wanita di belakang laki-laki adalah aturan yang diperintahkan. Sehingga ketika wanita ini berdiri di shaf lelaki (sesejar dengan lelaki) maka statusnya dibenci. Apakah shalat lelaki yang berada di sampingnya itu menjadi batal? Ada dua pendapat dalam madzhab hambali dan madzhab yang lainnya.”

Selanjutnya Syaikhul Islam menyebutkan perselisihan mereka,

أحدهما: تبطل، كقول أبي حنيفة وهو اختيار أبي بكر وأبي حفص من أصحاب أحمد. والثاني: لا تبطل، كقول مالك والشافعي، وهو قول ابن حامد والقاضي وغيرهما

Pendapat pertama, shalat lelaki yang disampingnya batal, ini pendapat Abu Hanifah , dan pendapat yang dipilih oleh Abu Bakr dan Abu Hafsh di kalangan ulama hambali.

Pendapat kedua, shalatnya tidak batal. Ini pendapat Malik, as-Syafii, pendapat yang dipilih Abu Hamid, al-Qadhi dan yang lainnya. (al-Fatawa al-Kubro, 2/325).

Diantara ulama yang menilai bahwa ini batal, karena posisi semacam ini bisa memancing syahwat lelaki. As-Sarkhasi – ulama hanafi – (w. 483 H) mengatakan,

بأن حال الصلاة حال المناجاة، فلا ينبغي أن يخطر بباله شيء من معاني الشهوة، ومحاذاة المرأة إياه لا تنفك عن ذلك عادة، فصار الأمر بتأخيرها من فرائض صلاته، فإذا ترك تفسد صلاته

Ketika shalat, manusia sedang bermunajat dengan Allah, karena itu tidak selayaknya terlintas dalam batinnya pemicu syahwat. Sementara sejajar dengan wanita, umumnya tidak bisa lepas dari syahwat. Sehingga perintah untuk memposisikan wanita di belakang, termasuk kewajiban shalat. Dan jika ditinggalkan maka shalatnya batal. (al-Mabsuth, 2/30).

Hanya saja, semata alasan memicu syahwat, belum cukup untuk bisa membatalkan shalat. Karena semata muncul lintasan dalam diri orang yang shalat, tidaklah membatalkan shalat. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di: Hukum Pikiran Kotor dalam Shalat

Namun semacam ini semaksimal mungkin untuk dihindari, karena mengancam kekhusyuan shalat seseorang.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

كون النساء يقمن صفاً أمام الرجال فإن هذا بلا شك خلاف السنة، لأن السنة أن يكون النساء متأخرات عن الرجال، لكن الضرورة أحياناً تحكم على الإنسان بما لا يريد، فإذا كان أمام المصلي صف من النساء، أو طائفة من النساء فإن الصلاة خلفهن إذا أمن الإنسان على نفسه الفتنة جائزة، ولهذا من عبارات الفقهاء قولهم: “صف تام من النساء لا يمنع اقتداء من خلفهن من الرجال”

Posisi wanita yang berada di depan lelaki, semacam ini kita yakini bertentangan dengan sunah. Karena yang sesuai sunah, wanita di belakang lelaki. Namun kondisi darurat memaksa seseornag untuk melakukan di luar keinginannya. Karena itu, jika di depan lelaki ada shaf wanita, atau beberapa wanita, maka status shalat orang yang berada di belakang mereka hukumnya boleh, jika aman dari munculnya fitnah dalam dirinya. Diantara ungkapan ulama fiqh dalam masalah ini,

صف تام من النساء لا يمنع اقتداء من خلفهن من الرجال

Shaf wanita di depan lelaki, tidaklah menghalangi lelaki di belakangnya untuk menjadi makmum (dalam shalat jamaah).

Mengingat alasan munculnya syahwat ini, beliau melarang seseorang lelaki untuk berdiri tepat di samping wanita.

وأما مصافة الرجال للنساء فهذه فتنة عظيمة، ولا يجوز للرجل أن يصف إلى جنب المرأة، فإذا وجد الإنسان امرأة ليس له مكان إلا بجانبها فينصرف ولا يقف جنبها، لأن هذا فيه فتنة عظيمة

Untuk lelaki yang satu shaf dengan wanita, ini bisa menimbulkan fitnah besar. Dan tidak boleh seorang lelaki mengambil posisi di samping wanita. Jika seorang lelaki tidak mendapatkan tempat kecuali harus di samping wanita persis, hendaknya dia pindah dan tidak berdiri di sampingnya persis. Karena semacam ini menjadi sumber firnah besar.

(Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, Bab. Shalat Berjamaah)

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan,

  1. Posisi shaf lelaki yang berada di samping atau bahkan di belakang lelaki, tidaklah membatalkan shalat, menurut pendapat yang kuat.
  2. Jika posisi shaf lelaki di dekat wanita bisa menimbulkan syahwat, maka dia dia harus menghindar dan mencari tempat yang lain. Karena bisa menjadi sumber fitnah.
  3. Jika posisi lelaki di samping atau belakang wanita tidak sampai menimbulkan syahwat karena alasan darurat, hukumnya boleh dan tidak mempengaruhi keabsahan shalat.

Wallaahu A’lam.

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.