Berbicara hidup maka berbicara pula kematian. Hari dimana kita menjalani kehidupan akan berakhir di hari dimana kematian itu menjemput kita. Sebagai seorang yang beriman, maka kematian yang dihadapi diimani sebagai gerbang menuju kehidupan lain yang lebih abadi. Dimana kehidupan selanjutnya tergantung amalan dan prilaku kita di dunia.

Ya…setiap jiwa yang bernyawa pasti merasakan kematian. Ia akan menemui siapapun tanpa pandang bulu. Baik manusia ataupun jin, besar ataupun kecil, laki-laki ataupun perempuan, sehat ataupun sakit, orang kaya ataupun miskin, raja ataupun rakyat jelata, Ibarat pintu yang setiap kita pasti memasukinya. Allah c berfirman :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS Ali Imran : 185).

Seseorang tidak bisa lari dari kematian, dimanapun ia berada walaupun berada di benteng yang kokoh, kematian pasti akan menjemputnya cepat ataupun lambat. Allah subhanahuwataala berfirman :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”.(QS An-Nisa’ : 78).

Inilah nasehat untuk mereka yang hidup, mereka yang sadar bahwa kehidupan mereka adalah fana dan kematianlah yang nyata bagi mereka, kematianlah yang pasti mereka dapatkan. Inilah nasehat untuk mereka yang menyayangi diri mereka, karena salah saja melangkah dalam hidup mereka maka tubuh dan jiwa mereka akan kekal di neraka.

(AboeGhozie/Sendia/RumahHufazh)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.