Perbedaan yang terjadi di antara manusia adalah sesuatu yang sudah menjadi ketetapan yang tidak bisa di pungkiri.Karena memang Allah menjadikan manusia berbeda – beda dalam segala sisinya sebagai hikmah dalam kehidupan agar mereka bisa saling mengenal,memahami,dan saling bahu membahu untuk membangun kehidupan mereka di dunia.Akan tetapi Allah Ta’ala telah membuat satu ketetapan bahwa manusia yang paling mulia dengan segala perbedaannya adalah yang paling bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia,sungguh Kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan kemudian Kami jadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku agar kamu saling mengenal.Sungguh,yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.Sungguh,Allah Maha Mengetahui lagi Maha Meneliti.”(QS.Al Hujurat:13).

Manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini terbagi menjadi empat kelompok :

1.Mereka yang ta’at kepada Allah dan mendapatkan kebahagian hidup di dunia.Maka ini adalah sebuah kemestian sebagai buah dari keta’atan kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki – laki maupun perempuan dan dia dalam keadaan beriman,maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS.An Nahl : 97).

 

2.Mereka yang ta’at kepada Allah dan mendapatkan kepahitan hidup di dunia.Maka ini mengandung dua kemungkinan:

Pertama,bisa jadi Allah mencintainya,menginginkan kebaikan untuknya dan hendak menguji kesabarannya serta mengangkat derajat keimanannya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ٢:١٥٥
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ٢:١٥٦
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ٢:١٥٧

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah – buahan.Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar.Yaitu orang – orang yang apabila tertimpa musibah mereka berkata :”Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.”Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka,dan mereka itulah orang – orang yang mendapatkan petunjuk.”(QS.Al Baqarah : 155-157).

 

Kedua,bisa jadi di dalam keta’atannya ada celah kekurangan dan dosa yang dia lalai darinya dan dia menunda – nunda taubat dari dosa tersebut

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum siksa yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (kepada Allah).”(QS.As Sajdah : 21).

 

3.Mereka yang bermaksiat kepada Allah dan mendapatkan kesempitan dan kepahitan hidup di dunia.Ini adalah sebuah kemestian karena sebab perbuatan maksiatnya.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku,maka sungguh baginya kehidupan yang sempit,dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”(QS.Thaha:124).

 

4.Mereka yang bermaksiat kepada Allah,akan tetapi mendapatkan kelapangan dan kesenangan hidup di dunia.Ini adalah bentuk istidraj yaitu hukuman yang di berikan oleh Allah Ta’ala secara berangsur – angsur dengan di biarkan bersenang – senang seolah itu adalah nikmat dari-Nya.Hukuman apakah yang lebih berat dari ini dalam kehidupan dunia?

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُڪِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٲبَ ڪُلِّ شَىۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَـٰهُم بَغۡتَةً۬ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ (٤٤) فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ‌ۚ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٤٥)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah di berikan kepada mereka,Kami bukakan setiap pintu kesenangan untuk mereka.Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah di berikan kepada mereka,Kami siksa mereka secara tiba – tiba,maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.Maka orang – orang zhalim itu di musnahkan sampai ke akar – akarnya.Dan segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.”(QS.Al An’am : 44-45).

(Sendia/Aboefathiya/rumahhufazh)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.