Seorang mukmin tidaklah mesti dia mendapatkan kesenangan di dunia. kebahagiaan di dunia adalah anugerah. Sedangkan ujian bagi seorang mukmin, kadang membuat kepahitan hidup terasa berat. Namun ini adalah keniscayaan, kepahitan hidup pastilah dirasakan seorang mukmin. ini adalah jalan untuk mencapai surga Allah ta’ala.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ ».

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Surga itu diliputi dengan hal2 yang tidak menyenangkan, dan neraka itu diliputi hal2 yang menyenangkan.” (HR. Muslim)

Ya, golongan yang kedua yang dimaksud adalah mereka yang digolongkan kedalam orang orang yang taat, namun dia mendapatkan kepahitan di dunia ini. Dalam memandang kepahitan hidup bagi seorang mukmin maka mereka dibagi lagi menjadi dua alasan.

Pertama, diuji untuk menaikan derajatnya.

Bisa jadi Allah mencintainya,menginginkan kebaikan untuknya dan hendak menguji kesabarannya serta mengangkat derajat keimanannya. Allah Ta’ala berfirman :

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah – buahan.Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar.Yaitu orang – orang yang apabila tertimpa musibah mereka berkata :”Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.”Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka,dan mereka itulah orang – orang yang mendapatkan petunjuk.”(QS.Al Baqarah : 155-157).

 

Imam Al Baghawi rahimahullah berkata :”Firman-Nya :”Dan kami pasti akan menguji kamu” yaitu dan Allah Sungguh akan menguji kalian dengan cobaan dari Allah untuk memperlihatkan orang yang ta’at dari orang yang bermaksiat.”(Tafsir Ma’alimuttanzil Juz 1 Hal.169).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

 

مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

 

“Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya,maka Allah akan memeberikan ujian kepadanya.”(HR.Bukhari no.5645 dari jalan Abu Hurairah).

Beliau juga bersabda :

 

إِنَّ عِظَمِ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ

 

وَ إِنَّ اللّٰهَ تعالى إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا

 

اِبْتَلاَهُمْ،فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَى

 

وَ مَنْ سَخِطَ فَلَهُ السّخْطُ

 

“Sesungguhnya besarnya pahala bersama dengan besarnya ujian.Dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum,maka Dia akan menguji mereka.Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan Allah,dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan Allah.'(HR.At Tirmidzi no.2396 dari jalan Anas bin Malik.Lihat juga Shahih Al Jami’ushshaghir no.308).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :

“Dan ini juga adalah berita gembira bagi seorang mukmin.Apabila ia di uji dengan suatu musibah maka janganlah menyangka bahwa Allah membencinya.Bahkan sungguh ini adalah di antara tanda cinta Allah kepada seorang hamba,Allah mengujinya dengan berbagai musibah.Dan jika seorang insan ridha,dan bersabar,serta mengharap pahala dari Allah,maka baginya keridhaan Allah.Dan jika marah,maka baginya kemarahan Allah.”(Syarh Riyadhishshalihin Juz 1 Hal.259).

Kedua, diuji agar datang ampunan

Bisa jadi di dalam keta’atannya ada celah kekurangan dan dosa yang dia lalai darinya dan dia menunda – nunda taubat dari dosa tersebut.Oleh karena itu Allah mengujinya agar ia kembali kepada-Nya.Allah Ta’ala berfirman :

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum siksa yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (kepada Allah).”(QS.As Sajdah : 21).

(Aboefathiya/sendia/rumahhufazh)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.