SANAA- (rumahhufazh)– Syiah Houtsi baru-baru ini kembali menuntut surat An-Nur, salah satu nama surat di Al-Qur’an, agar dihapus dari kurikulum sekolah karena dianggap menimbulkan fitnah.

Sebagaimana diketahui, Allah SWT membebaskan istri Rasululullah Saw, Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu anha dari fitnah keji dalam surat ke-24 dari Al-Qur’an itu.

“Syiah Houtsi kembali menuntut penghapusan surat An-Nur yang membebaskan Ummul Mukminin Aisyah dari tuduhan keji dari kurikulum sekolah di Yaman,” lansir portal berita Yaman, yemen-press.com.

Kelompok Syiah itu beralasan bahwa surat tersebut hanya akan meningkatkan perselisihan sektarian.

Tuntutan ini, tambah Yemen Press, sebelumnya telah disuarakan Syiah Houtsi pada 2012 lalu. Mereka menuntut pembelajaran surat An-Nur di sekolah dihapus setelah seorang guru Sunni memberikan soal kepada muridnya tentang hadits Ifki. Dalam soal itu, guru tersebut meminta murid memberikan dalil dari Al-Qur’an bahwa istri Nabi Saw, Aisyah dibebaskan dari tuduhan perzinahan.

Pada saat itu, Syiah Houtsi terus mendedsak pemerintah supaya menghapus pembelajaran surat An-Nur di sekolah karena dapat menimbulkan pertikaian antara Sunni dan Syiah. Tuntutan ini mencuat setelah Syiah Houtsi merasa kuat dan orang-orang mereka duduk di pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, Allah SWT telah membebaskan Aisyah radhiyallahu anha dari tuduhan perzinahan yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Fitnah itu sempat membuat Rasulullah tergoncang dan menjauhi Aisyah selama beberapa hari.

Akan tetapi, Allah SWT menurunkan ayat 11 dari surat An-Nur yang menegaskan bahwa seluruh tuduhan itu adalah dusta yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Tuduhan keji itupun menjadi pembelajaran kaum muslimin. Peristiwa itu dikenal dengan Hadits Ifki.

(Asy/kiblat/rumahhufazh)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.