Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, agama yang mengajarkan kasih sayang, agama yang mengajarkan perdamaian, agama yang dibangun dengan tali persaudaraan, saling membantu yang satu dengan yang lainnya, agama yang melarang berpecah belah, melarang untuk saling memusuhi ataupun saling mendengki.

Cinta, kasih dan sayang adalah hal yang Allah fitrohkan pada makhluknya terlebih lagi pada manusia, sehingga setiap individu manusia hidup rukun saling berdampingan satu dengan yang lainnya, meskipun pada diri mereka belum mengetahui bahwa Allah menurunkan aturan yang berkaitan dengan cinta dan kasih sayang dalam banyak ayatNya serta dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apakah kita kaum muslimin diperintahkan oleh agama kita untuk saling mencinta dan saling berkasih sayang? Jawabannya adalah iya…bahkan Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita agar kita mencintai Allah, para Rasul dan keluarganya, para Nabi dan sahabatnya, orang tua kita, saudara kita sesama muslim yang masih hidup atau yang sudah meninggal, bahkan Allah dan RasulNya mengajarkan kasih sayang terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan.

{ عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تحاسدوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يبع بعضكم على بيع بعض وكونوا عباد الله إخواناً المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يحقره التقوى ها هنا – ويشير إلى صدره ثلاث مرات – بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه} [البخاري و مسلم]

Artinya: “dari Abu hurairoh rodhiallohu anhu ia mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: janganlah kalian saling mendengki, jangan pula bertanajusy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan pula seseorang dari kalian menjual penjualan saudaranya, namun jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzholiminya, tidak boleh membiarkannya tanpa memberikan pertolongan, dan juga tidak menghinakannya. Takwa itu disini – sambil menisyaratkan ke dadanya tiga kali -, cukuplah seseorang dikatakan buruk bila ia menghina saudaranya seislam. Sesama muslim itu haram darah, harta dan kehormatannya.

Kalau kita cermati hadits diatas maka jelaslah bagi kita bahwa kita sesama muslim diperintahkan untuk saling berkasih sayang, dan tambahan perintah yang langsung dari Allah dan RasulNya untuk memberikan gelar manusia yang buruk bagi siapa yang tidak berkasih sayang terhadap sesama kaum muslimin, yang ada malah dia selalu menghinanya, membenci dan dengki tatkala kaum muslimin dapat pertolongan atau dapat kemenangan, tapi akan senang jika kaum muslimin terhina, atau mendapatkan kesedihan dan semakin terpuruk.

Dimanakah posisi kita sekarang ini? Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang mendapatkan gelar sebagai manusia yang buruk dihadapan Allah dan RasulNya, namun ketika kita merasa bahwa kita sekarang pada posisi yang senantiasa mencintai dan berkasih sayang terhadap sesama muslim, maka bersyukurlah kepada Allah karena ketahuilah bahwa cinta dan sayang yang ada pada dada dan hati kita sekarang ini tiada lain adalah anugerah yang Allah berikan.

Allah ta’ala berfirman:

{ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا } [مريم: 96]

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”

Ayat diatas haruslah menjadi pengingat untuk kita semua bahwa ternyata tidaklah selama ini kita menolong ataupun membantu kaum muslimin melainkan karena Allah memilih dan menginginkan kita menjadi orang yang mulia dihadapanNya, Allah tidak menginginkan kita menjadi orang yang buruk disisiNya, maka sudah selayaknya kita bersyukur kepadaNya, semakin besar cinta, kasih sayang serta perhatian kita terhadap saudara kita sesama muslim maka seharusnyalah semakin dekat pula kita kepada Allah untuk bersyukur kepadaNya.

Dari uraian diatas maka hendaklah diantara kita kaum muslimin untuk terus saling mengingatkan agar saling membantu, menolong dan peduli sesama kita, serta untuk terus saling menguatkan agar jangan sampai kita berpecah belah, mudah untuk diadu domba. Sebagaimana firman Allah

{ ثُمَّ كانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَواصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَواصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ } [البلد: 17]

Artinya: “Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.”

Hal yang sangat wajar sekali ketika diantara kaum muslimin ada perbedaan pandangan dan kesalah fahaman, karena perbedaan watak serta tabiat itu akan mempengaruhi semuanya, maka jangan sampai ini jadi penghalang untuk tetap saling mencintai dan berkasih sayang, berikanlah seribu udzur untuk saudara kita ketika memang kita melihat dia dalam kesalahan, jangan sesekali kita tutup pintu tabayun (mencari info yang sebenarnya) ketika kita mendengar hal yang tidak baik tentang saudar kita, dan memaafkan adalah jalan untuk meraih surga dan langgengnya persahabatan.

Marilah kita berlomba-lomba dalam mencari kemuliaan disisi Allah dengan memberikan manfaat kepada saudara kita sesama muslim, kita gunakan apa saja yang kita mampu walau hanya dengan mendo’akan kebaikan untuk mereka, dan takutlah kalau kita digolongkan kedalam orang-orang yang buruk dihadapan Allah dan RasunNya.

(Jajang/sendia/rumahhufazh.or.id)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.