Dari ibnu Abbas –rodhiyallohu anhu- beliau berkata : Rasululloh –shallalohu ‘alaihi wa sallam-melarang membunuh 4 binatang : semut , lebah , burung hud-hud dan burung surod. (HR. Ahmad no. 3066, Abu Dawud no. 5267 dan Ibnu Majah no.3224)

Di antara hewan yang rasululloh larang membunuhnya yaitu lebah, serangga kecil penghasil madu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Lebah dilarang untuk dibunuh karena manfaat yang di hasilkannya, berupa madu dengan berbagai macam varietas warna dan kegunaan, yang Alloh sebutkan dalam Al Quran sebagai syifaa yaitu obat.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membicarakan seputar lebah, bagaimana kehidupan lebah bersama kawanannya membangun kerajaannya dan mengahsilkan madu yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.

Alloh subhanahu wa taala tidak hanya memberikan wahyu atau petunjuknya sebatas kepada manusia saja, akan tetapi Alloh telah memilih di antara jenis binatang atau hewan untuk diberikan petunjuk untuk melakukan sesuatu agar menjadi pelajaran dan hikmah yang dapat diambil oleh manusia.

Alloh mewahyukan kepada burung gagak di saat qobil membunuh saudaranya habil, dan qobil tidak tahu apa yang akan dia lakukan terhadap jenazah saudaranya, maka Alloh mengutus dua ekor gagak yang sedang berkelahi hingga salah satunya mati dan Alloh wahyukan kepada burung gagak yang masih hidup untuk menguburkan gagak yang mati. Hal yang demikian itu tidak lain untuk mengajarkan kepada qobil dan dilihat olehnya sehingga dia tahu bagaimana cara menyembunyikan jenazah saudaranya yaitu habil.

 

Alloh Ta’ala berfirman : Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Qabil berkata: “oh, celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia termasuk orang yang menyesal.”(QS. Al Maidah : 31)

Demikan juga dengan lebah, Alloh subhanhu wa taala telah memberikan ilham-Nya atau petunjuk-Nya kepada lebah, sebagaimana Firman-Nya di dalam Al quran :Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. An Nahl : 68).

(Dadan/Sendia/rumahhufazh.or.id)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.