DIREKTUR Lembaga Tahfidz Al Quran Utsmani, Efendi Anwar mengatakan, perilaku lesbian, homoseks, biseksual, dan transgender masih sangat mungkin untuk kembali normal dengan metode terapi Al Quran.

Menurutnya, orientasi seks menyimpang diakibatkan karena pelaku sedang dirundung kegelisahan.

“Karena orang (dengan orientasi seks-red) LGBT itu jiwanya kosong, bosan dengan kondisi ini,” ujarnya  di sela-sela sebuah diskusi di Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, dilansir islampos.

Interaksi rutin dengan Al Quran, kata Ketua Perwakilan Badan Tahfidz Internasional ini, sangat mungkin mengubah perilaku LGBT.

“Para ahli jiwa mengatakan itu penyakit. Secara umum para dokter juga mengatakan Al Quran menyembuhkan, itu bukan cuma ayat. Penelitian sudah membuktikan tentang hubungan antara Al Quran dan kesehatan,” terangnya.

Di sisi lain dirinya menolak cara-cara pegiat LGBT yang mencari pembenaran dengan dalil Al Quran ketimbang merutinkan Al Quran agar kembali hidup normal.

“Karena itu sudah di lingkungan yang seperti itu perlu waktu agak lama mengingatkan mereka untuk kembali pada fitrahnya,” terangnya.

Salah satu cara mengembalikan mereka pada fitrahnya pelan-pelan belajar Al Quran dengan rutin didekatkan dengan komunitas yang rajin dengan Al Quran terutama yang belum keterlaluan.

“Kalau sudah keterlaluan perlu dibantu terapi ahli jiwa, terapinya lebih dari itu,” pungkasnya. (Asy/Islampos/rumahhufazh)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.