Setiap para rasul –alaihimus salam- yang diutus kepada umat mereka memiliki mukjizat yang dikhususkan untuknya dari rasul yang lain, untuk meyakinkan kaumnya dan untuk menunjukan tauhid kepada mereka dengan bukti dan petunjuk yang datang dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.Nabi musa –alaihis salam- diberikan oleh Alloh Ta’ala mukjizat berupa sebuah tongkat di hari saat dia keluar kepada kaumnya untuk mendakwahkan tauhid kepada mereka, yang di saat itu para penyihir fir’aun melemparkan sihir mereka dan orang melihat ular ular yang dibuat oleh para penyihir tersebut berkeliaran, maka nabi musa melemparkan tongkatnya, kemudian berubahlah tongkatnya menjadi ular yang besar dan melahap ular-ular sihir dari para penyihir fir’aun.

Maka terbuktilah mana yang benar dan mana yang batil sebagaimana yang difirmankan Alloh subhanahu wa ta’ala : “maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.” (QS. Al A’rof : 118)

 

Nabi isa –alaihis salam- diberikan oleh Alloh mukjizat yaitu dapat menyembuhkan penyakit dan menghidupkan orang mati atas izin Alloh –subhanahu wa Ta’ala, di mana telah datang kepada beliau sejumlah dokter atau tabib, kemudian nabi isa mendatangi salah satu tabib tersebut, dan beliau menyembuhkan orang yang buta dan yang memiliki penyakit kusta kemudian juga beliau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Alloh, maka terbuktilah kebenaran, dan runtuhlah segala kebatilan.

 

Adapun rasululloh –shallallohu alaihi wa sallam-, Alloh telah mengutusnya kepada suatu kaum yang memiliki Bahasa yang fasih dan bagus, kepada bangsa yang memiliki Bahasa penuh dengan kandungan penjelasan Bahasa yang sangat baik, orang yang biasa bicara di antara mereka adalah orang yang paling hebat dalam berbicara, dan para penyairnya adalah orang yang paling tinggi pengetahuan syairnya.

 

Maka diutuslah rasululloh –shallallohu alaihi wa sallam- kepada mereka dengan membawa mukjizat yaitu Alquran, merekapun mendengarkan bacaan Alquran maka merekapun (para ahli khutbah dan ahli syair pun) terkejut dengan penjelasan Alquran, mereka diam terbungkam dengan ketinggian dan kefasihan bahasa dalam Alquran, dan mereka tidak mampu untuk mengingkari (atas mukjizat Alquran) itu meskipun merekapun  tetap menentang rasululloh.

 

Alquran merupakan mukjizat rasululloh –shallallohu ‘alaihi wa sallam- yang abadi, mukjizat yang akan kekal hingga hari akhir, hingga Alloh menakdirkan dicabutnya alquran dari dada-dada  manusia, dari hafalan manusia , dihilangkan keberadaannya di muka bumi ini.

Al Quran adalah mukjizat terbesar

 

Setiap para rasul –alaihimus salam- yang diutus kepada umat mereka memiliki mukjizat yang dikhususkan untuknya dari rasul yang lain, untuk meyakinkan kaumnya dan untuk menunjukan tauhid kepada mereka dengan bukti dan petunjuk yang datang dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.Nabi musa –alaihis salam- diberikan oleh Alloh Ta’ala mukjizat berupa sebuah tongkat di hari saat dia keluar kepada kaumnya untuk mendakwahkan tauhid kepada mereka, yang di saat itu para penyihir fir’aun melemparkan sihir mereka dan orang melihat ular ular yang dibuat oleh para penyihir tersebut berkeliaran, maka nabi musa melemparkan tongkatnya, kemudian berubahlah tongkatnya menjadi ular yang besar dan melahap ular-ular sihir dari para penyihir fir’aun.

Maka terbuktilah mana yang benar dan mana yang batil sebagaimana yang difirmankan Alloh subhanahu wa ta’ala : “maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.” (QS. Al A’rof : 118)

 

Nabi isa –alaihis salam- diberikan oleh Alloh mukjizat yaitu dapat menyembuhkan penyakit dan menghidupkan orang mati atas izin Alloh –subhanahu wa Ta’ala, di mana telah datang kepada beliau sejumlah dokter atau tabib, kemudian nabi isa mendatangi salah satu tabib tersebut, dan beliau menyembuhkan orang yang buta dan yang memiliki penyakit kusta kemudian juga beliau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Alloh, maka terbuktilah kebenaran, dan runtuhlah segala kebatilan.

 

Adapun rasululloh –shallallohu alaihi wa sallam-, Alloh telah mengutusnya kepada suatu kaum yang memiliki Bahasa yang fasih dan bagus, kepada bangsa yang memiliki Bahasa penuh dengan kandungan penjelasan Bahasa yang sangat baik, orang yang biasa bicara di antara mereka adalah orang yang paling hebat dalam berbicara, dan para penyairnya adalah orang yang paling tinggi pengetahuan syairnya.

 

Maka diutuslah rasululloh –shallallohu alaihi wa sallam- kepada mereka dengan membawa mukjizat yaitu Alquran, merekapun mendengarkan bacaan Alquran maka merekapun (para ahli khutbah dan ahli syair pun) terkejut dengan penjelasan Alquran, mereka diam terbungkam dengan ketinggian dan kefasihan bahasa dalam Alquran, dan mereka tidak mampu untuk mengingkari (atas mukjizat Alquran) itu meskipun merekapun  tetap menentang rasululloh.

 

Alquran merupakan mukjizat rasululloh –shallallohu ‘alaihi wa sallam- yang abadi, mukjizat yang akan kekal hingga hari akhir, hingga Alloh menakdirkan dicabutnya alquran dari dada-dada  manusia, dari hafalan manusia , dihilangkan keberadaannya di muka bumi ini.

(dadan/rumahhufazh.or.id)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.