Rumahhufazh – Sungguh ironis kondisi yang terjadi di Indonesia. Meski berpenduduk mayoritas muslim, kebanyakan dari mereka belum mampu membaca ayat suci Al Quran.

CEO Cinta Quran Fatih Karim menyebutkan dari seluruh penduduk muslim di tanah air, sekitar 58 persen buta aksara Al Quran. Begitupun dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan dari 10 jamaah haji, 5 jamaah tidak bisa baca Al Quran.

“Meski mayoritas muslim tapi 58 persennya tidak bisa membaca Al Quran. Bahkan di Aceh, lebih 65 persen tidak bisa baca Al Quran,” ujar Fatih di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 30 Oktober 2015.

Realitas ini yang menimbulkan keprihatinan dan menjadi motivasi Cinta Quran untuk membantu mengentaskan buta aksara Al Quran ini.

“Ada orang yang membuat karya menciptakan metode Tahrir supaya dalam satu hari bisa baca Al Quran, bisa saja, meski belum lancar dan benar. Lalu dikembangkan lagi metode Tikror bisa mengartikan, jadi bisa lebih jleb,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya menargetkan 10 ribu muslimah di 10 kota bisa membaca Al Quran. Namun, hingga September ini baru 5 ribu yang sudah diajarkan membaca Al Quran.

“Mengapa muslimah, karena mereka yang nanti ‘didaulat’ mengajarkan ke anak-anak mereka. Saat ini, kita masih ada PR untuk mengejar target 5 ribu muslimah lagi. Namun, memang target ini masih sangat kecil jika dibandingkan 58 persen muslim yang tidak bisa membaca Al Quran ini,” tandasnya.

Sumber: Dream

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.