rumahhufazh – Remaja bertubuh mungil itu tersenyum malu-malu. Wajahnya terus menunjukkan rasa bahagia.

Sembari berjalan keluar dari ruang HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa orang pria yang lebih tua darinya berjalan mengiringinya.

Lalu Muhammad Khairurozaq Alhafizi, nama remaja itu, yang tengah menjadi sorotan. Alhafizi menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dia diumumkan menjadi pemenang lomba menghafal 10 Juz Alquran dalam gelaran Lomba Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Al Su’ud tingkat Nasional.

“Alhamdulillah syukur,” kata Alhafizi kepada Dream, belum lama ini.

Menurut sang ayah, Lalu Muhibban, putranya diajarkan menghafal Alquran sejak kelas tiga sekolah dasar. Menurut Muhibban, proses belajar putranya tidak terlalu ketat.

Dia meminta putranya untuk menghafal Alquran seusai istirahat pulang sekolah. Perlahan tapi pasti, dalam hitungan satu tahun perjalanan menghafal Alhafizi berhasil memperoleh tujuh juz Alquran.

“Sehingga dalam setahun dia telah menghafal tujuh juz ditambah nomor ayatnya,” kata Muhibban.

Muhibban mengatakan, proses hafalan yang dilakukan putranya bukan dimulai dengan paksaan. Muhibban meminta putranya mendasarkan proses hafalan pada niat untuk beribadah di jalan Allah.

“Saya menekankan, usahakan menghafalkan lillahi ta’ala. Untuk itu, terbawa sampai sekarang,” ujar pria asal Dusun Brangkat, Desa Krongkong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat itu.

Meski begitu, misi juara bukanlah incaran sesungguh remaja 14 tahun itu. Sebab, ada misi mulia yang lebih tinggi ketimbang itu.

“Insya Allah selepas sekolah menengah tingkat pertama, saya dapat hafal 30 juz. Insya Allah,” kata Alhafizi berharap. (rumahhufazh/dream)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.