Sahabat Nabi ﷺ adalah generasi terbaik ummat ini, yang dimana Alloh khabarkan melalui firmanya, dan Rasulullah ﷺ pun menjelaskan akan kemuliaan para sahabat melalui lisanya dibanyak kesempatan, Sudah sepantasnya bagi seorang muslim mengetahui akan hak-hak para Sahabat Nabi radhiyalloh anhum sebagai upaya kita dalam mengaplikasikan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulnya ﷺ.

Diantara hak para sahabat Nabi ﷺ yang sering kita lupakan adalah menjaga lisan kita dari membicarakan permasalahan dan perseteruan  yang terjadi dikalangan para sahabat yang mengakibatkan kita membenci atau memvonis salah atau bahkan mencaci sikap atau prilaku diantara para sahabat.

Indah sekali apa yang diucapkan oleh Umar bin Abdul aziz tatkala ditanya prihal perseteruan yang terjadi antara Ali dan Muawiyah kala itu, Umar bin Abdul Aziz berkata: itu adalah darah yang Allah sucikan tanganku darinya, mengapa aku tidak pula membersihkan lisanku ?, kemudian beliau berkata lagi : permisalan para sahabat adalah seperti mata, dan tuk mengobati mata adalah dengan tanpa mengucek atau menyentuhnya.

Imam Ahmad bin Hanbal pun pernah ditanya tentang Mu’awiyah dan Ali bin Abi Thalib dan beliau menjawab : tidaklah aku mengatakan terhadap keduanya melainkan kebaikan semoga Allah merahmati keduanya.

Saudaraku seiman, pembaca yang budiman, jagalah lisan-lisan kita jangan sampai kita kotori lisan kita dari mencela sahabat Nabi ﷺ, apapun yang mereka lakukan itu adalah hasil ijtihad mereka, jika mereka mendapati kebenaran bagi mereka dua pahala, namun jika mereka salah mereka mendapatkan satu pahala.

Kita hanya akan dihisab dan ditanya pada hari kiamat nanti tentang apa saja yang kita lakukan dan kita tidak akan ditanya kebenaran ada pada siapa? Ali bin Abi Tholib atau Mu’awiyah, bukankah Allah Azza wa Jalla berfirman :

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿البقرة:١٣٤﴾

“Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan”(Q.S Al-Baqoroh 134).

Berkata Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhu : Allah subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk memintakan ampunan untuk para sahabat Nabi Muhamad shallallahu ‘alaihi wa salam dan Allah Azza wa jalla  mengetahui mereka akan saling berselisih/berperang.

Dan hadis yang diriwayatkan oleh imam ath-thobrani bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : barangsiapa yang mencaci sahabatku, maka baginya laknat Allah dan para malaikatnya serta manusia seluruhnya.

Maka pembaca yang semoga dimuliakan Allah azza wa jalla, bersihkanlah lisan lkita dari hal-hal yang tak pantas dalam mengomentari terhadap para sahabat Nabi ﷺ, selayaknya mereka kita hormati dan kita do’akan kebaikan untuk mereka, karena sungguh Allah Azza wa Jalla telah ridho terhadap mereka radhiyallah ‘anhum ajmain dan para sahabat pun telah ridho kepada Allah.

Ingatlah pesan indah yang disampaikan oleh baginda Nabi ﷺ perihal kaum Anshar, Nabi ﷺ bersabda :

“ Tidaklah yang mencintai mereka (kaum Anshar) melainkan ia seorang mu’min, dan tidaklah yang membenci mereka(kaum anshar) melainkan mereka adalah munafik, barangsiapa yang mencintai mereka(kaum Anshar) maka Allah akan mencintainya, dan barangsiapa yang membenci mereka (kaum Anshar) maka Allah akan memebencinya”(mushanif ibnu abi syaibah 541/7)

(umar rudini/rumahhufazh.or.id)

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.