Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat kelak.

Syafa’at Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan suatu yang benar adanya. bahkan merupakan dambaan setiap muslim untuk mendapatkan syafa’at beliau kelak di akhirat. Namun, syafa’at tersebut ialah mutlak milik Allah Subhanahu wata’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau akan memberi syafa’at tersebut setelah mendapat izin dari Allah. Allah berfirman:

“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (QS. Al- Baqoroh: 255)

Dan sesungguhnya tidaklah diizinkan oleh Allah untuk mendapatkan syafa’at kecuali orang-orang yang Allah ridhoi.

Pengertian Syafa’at

Syafa’at adalah perantaraan untuk orang lain guna mendapatkan manfaat atau menolak bahaya, maka apabila kita menjadi perantara bagi seseorang supaya ada orang yang memberikan hartanya kepadanya, maka ini adalah perantaraan dalam memperoleh manfaat, dan seandainya kita menjadi perantara untuk orang yang mempunyai hutang kepada seseorang dan kita berkata kepada orang yang menghutangi “Janganlah engkau menahan orang yang berhutang ini”, maka ini adalah syafa’at untuk menolak bahaya. Dan syafa’at Nabi kepada calon penghuni surga supaya masuk surga adalah syafaat guna memperoleh manfaat.

Syafa’at Semuanya Adalah Milik Allah

Allah berfirman:

“Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Az Zumar: 44)

Dari ayat di atas menunjukkan bahwa hak syafa’at adalah milik Allah semata yang tidak patut diminta kepada selain Allah.

Hukum Meminta Syafa’at kepada Nabi dan Selain Nabi

Syari’at Islam tidak mengizinkan meminta syafa’at kepada Nabi atau kepada selainnya dari para wali, atau orang-orang yang sudah meninggal dunia dari kalangan kaum muslimin. Karena ini semua termasuk bentuk syafa’at yang terlarang sebab:

  1. Berdoa kepada selain Allah, karena doa merupakan ibadah maka memalingkannya kepada selain Allah merupakan syirik besar.
  2. Menyamakan Allah dengan makhluk dan ini juga merupakan bentuk kesyirikan

Syarat Untuk Mendapatkan Syafa’at

Untuk memperoleh syafa’at Nabi Muhammad atau yang selainnya dari para malaikat, Nabi dan orang-orang yang beriman maka harus terpenuhi dua syarat berikut ini:

  1. Allah memberikan izin kepada orang yang memberikan syafa’at. Allah berfirman:

“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (QS. Al Baqoroh: 255)

  1. Allah ridho kepada orang yang akan memberi syafa’at dan yang akan diberi syafa’at. Allah berfirman:

“Pada hari itu tidak berguna syafa’at kecuali orang yang telah Allah beri izin kepadanya, dan dia telah merodhoi perkataannya.” (QS. Thoha: 109)

Juga firman-Nya:

“Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhoi Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al Anbiya: 28)

Dan sesungguhnya Allah tidaklah ridho kecuali kepada tauhid dan tidak mungkin Allah ridho kepada kekufuran. Allah berfirman:

“Jika kamu kufur maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridhoi kekufuran bagi hamba-Nya. Dan jika kamu bersyukur niscaya Dia meridhoi bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar:7)

Oleh karena itu manusia yang paling bahagia terhadap syafa’at Rosulullah adalah mereka ahli tauhid sebagaimana hadits Abu Hurairah ketika ia bertanya kepada Rosul “Siapa orang yang paling bahagia terhadap syafa’atmu?” Rosul menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang mengatakan Laa Ilaha Illallah yang ikhlas dari hatinya.” (HR. Bukhori)

Wallahu a’lam. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang mendapat syafa’at Rosulullah dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala. Aamiin.[]

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.