(Faedah kajian dari Kitab Raudlatul Anwar Fi Siratin Nabiyyil Mukhtar)

Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri berkata :

هُوَ أَكْرَمُ خَلْقِ اللَّهِ، وَأَفْضَلُ رُسُلِهِ، وَخَاتَمِ أنْبِيَائِهِ: مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ بْنِ هَاشِمِ بْنِ عَبْدِ مَنَافِ بْنِ قُصَيِّ بْنِ كِلاَبِ بْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعبِ بْنِ لؤَيِّ بْنِ غالِبِ بْنِ فِهْرِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ. وَعَدنانُ من ذرية إسماعيل بن إبراهيم عليهما السلام بالاتفاق، ولكن لم يعرف بالضبط عدد ولا أسماء من بينه وبين إسماعيل عليه السلام.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah semulia mulia makhluk, seutama utama para rasul, dan penutup para Nabi-Nya. Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muthalib bin Hasyim bin ‘Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan. Dan ‘Adnan termsuk anak keturunan Isma’il bin Ibrahim ‘alaihimas Salam menurut kesepakatan para ulama. Akan tetapi tidak diketahui secara pasti nama nama yang menjadi mata rantai silsilah antara ‘Adnan dengan isma’il alaihi salam.

PELAJARAN :

[1] Mengenal nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam yang mulia.

[2] Urutan nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam dari jalur ayah, yaitu Ayah nabi shalallahu alaihi wasallam Abdullah, lalu kakek Nabi urutan yang pertama adalah Abdul Muthalib, urutan kedua adalah Hasyim, ketiga adalah ‘Abdu Manaf, keempat adalah Qushaiy dan seterusnya sampai yang ke duapuluh adalah Adnan.

[3] Kemuliaan nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam diakui juga oleh musuh musuhnya. Heraklius seorang raja Romawi pernah bertanya kepada Abu Sufyan ketika masih kafir tentang garis keturunan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,

Abu Sufyan berkata,

“Dia (Muhammad) memiliki silsilah garis keturunan yang sangat mulia diantara kami” (HR Bukhari : 6).

[4] Karena mulianya garis keturunan Nabi shalallahu alaihi wasallam, maka tidak pernah ditemukan adanya musuh Allah yang mencemooh garis nasab beliau shalallahu alaihi wasallam, padahal mereka selalu mencari cari jalan dan kesempatan untuk mengotori kredibilitas dan nama baik Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. (Fiqih Sirah,Dr Zaid Az Zaid, hal. 31)

[5] Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda tentang silsilah keturunannya :

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari garis keturunan Isma’il, dan telah memilih Quraisy dari garis keturunan Kinanah, dan telah memilih dari garis keturunan Quraisy yaitu Bani Hasyim, dan telah memilih saya dari Bani Hasyim” (HR Muslim : 2276).

[6] Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah makhluk yang paling utama secara mutlak dan beliaulah pemimpin semua makhluk pada hari kiamat kelak.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

“Aku adalah pemimpinya anak adam pada hari kiamat, dan orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur, dan akulah yang pertamakali member syafaat dan di syafa’ati” (HR Muslim : 2278)

[7] Nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam terbagi 3 kelompok, yaitu :

Pertama :

Bagian yang disepakati kebenarannya oleh para ulama ahli sejarah, yaitu sampai Adnan sebagaimana yang tercantum diatas.

Mereka adalah :

Muhammad bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin ‘Abdu Manaf, bin Qushai, bin Kilab, bin Murrah, bin Luai, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin An Nadhr, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma’ad, bin ‘Adnan. (Tarikh At Thabari 2/239, lihat Ar Rahiqul Makhtum, hal. 63))

Kesepakatan ini dinukil oleh sejumlah ahli sejarah diantaranya :

Imam Ad Dzahabi, dalam kitab Siyar A’lamin Nubala 1/9.

Imam Ibnu Katsir, dalam kitab Al Bidayah wan Nihayah 2/290.

Imam Ibnu hajar Al Asqalani, dalam kitab Fathul Bari 7/213.

Imam Ibnu Qoyyim, dalam kitab Zaadul Ma’ad 1/71.

Al Mujadid Muhammad bin Abdul Wahab, dalam kitab Mukhtashar Sirah, hal. 36.

Kedua :

bagian yang diperselisihkan yaitu antara Adnan sampai Ibrahim ‘Alaihi salam.

Mereka adalah :

Adnan bin Ud, bin Hamaisa’, bin Salaman, bin Aush, bin Bauz, bin Qimwal, bin Ubay, bin Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadlaf, bin Thabikh, bin Jahim, bin Nahisy, bin Makhy, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Ad Da’a, bin Hamdan, bin Sinbar, bin Yatsribiy, bin Yaluan, bin Yalhan, bin Ar’awiy, bin Aidh, bin Daisyan, bin Aishar, bin Afnad, bin Aiham, bin Muqshir, bin Nahits, bin Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwadhah, bin Aram, bin Qaidar, bin Ismail, bin Ibrahim. (At Thabari 2/272, lihat Ar Rahiqul Makhtum, hal. 63-64)

Ketiga :

Bagian silsilah nasab yang tidak akurat riwayatnya yaitu penyebutan silsilah nasab dari Ibrahim sampai kepada Adam alaihimus salam.

Mereka adalah :

Ibrahim bin Tarih (yang namanya Azar), bin Nahur, bin Saru’ atau Sarugh, bin Ra’u, bin Falakh, bin bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin Sam, bin Nuh, bin lamk, bin Matausyalakh, bin Akhnukh atau Idris, bin Yard, bin mahla’il, bin Qainan, bin Yanisya, bin syaits, bin Adam ‘alihimus salam. (Tarikh At Thabari 2/276, lihat Ar Rahiqul Makhtum, hal. 64)

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata :

إِلَى هَاهُنَا مَعْلُومُ الصِّحَّةِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ بَيْنَ النَّسَّابِينَ، وَلَا خِلَافَ فِيهِ الْبَتَّةَ، وَمَا فَوْقَ عدنان مُخْتَلَفٌ فِيهِ. وَلَا خِلَافَ بَيْنِهِمْ أَنَّ عدنان مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

“Sampai kepada ‘Adnan adalah nasab nabi yang shahih disepakati atasnya oleh ulama ahli nasab, tidak ada khilaf sama sekali, adapun diatas adnan ada khilaf dikalangan para ulama, dan mereka sepakat bahwa Adnan adalah salah satu anak keturunan Ismail alaihi salam” (Zaadul Ma’ad , Ibnu Qoyyim 1/70).

Al Qurthubi rahimahullah berkata :

وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا سَمِعَ النَّسَّابِينَ يَنْسُبُونَ إِلَى مَعْدِ بْنِ عَدْنَانَ ثُمَّ زَادُوا فَقَالَ: كَذَبَ النَّسَّابُونَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ: لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ قَالَ: مَا وَجَدْنَا أَحَدًا يَعْرِفُ مَا بَيْنَ عَدْنَانَ وَإِسْمَاعِيْلَ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: بَيْنَ عَدْنَانَ وَإِسْمَاعِيْلَ ثَلَاثُوْنَ أَبًا لَا يُعْرَفُونَ.

“Telah diriwayatkan dari nabi shalallahu alaihi wasallam ketika mendengar ahli nasab menasabkan (nabi shalallahu alaihi wasallam) kepada Ma’ad bin ‘Adnan kemudian menambah (diatas ‘Adnan) beliau bersabda, Sesungguhnya Ahli Nasab telah berdusta, padahal sesungguhnya Allah berfirman, tidak ada yang mnegetahui mereka kecuali Allah.

Dan telah diriwayatkan dari ‘Urwah bin Az Zubair bahwasanya ia berkata, tidak ada seorangpun yang tahu (nasab) antara ‘Adnan dan Isma’il. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata, antara ‘Adnan dan Isma’il itu tigapuluh bapak tidak diketahi (silsilahnya) (Tafsir Qurthubi 9/344)

Ibnu sa’ad menukil perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ إِذَا انْتَسَبَ لَمْ يُجَاوِزْ فِي نَسَبِهِ مَعَدَّ بْنَ عَدْنَانَ بْنِ أُدَدَ ثُمَّ يُمْسِكُ وَيَقُولُ: «كَذَبَ النَّسَّابُونَ» . قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَقُرُونًا بَيْنَ ذَلِكَ كَثِيرًا} قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَوْ شَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلم أَنْ يُعَلِّمَهُ لَعَلَّمَهُ

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam apabila (menyebutkan) nasab tidak melebihi dalam nasabnya kepada Ma’ad bin ‘Adnan bin Udad, beliau diam sampai disini, lalu bersabda, Ahli Nasab telah berdusta. Allah Ta’ala berfirman, “Dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut” (QS Al Furqan : 38), Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata, “Kalau Allah berkehendak untuk mengajarkan kepada Nabi niscaya Dia akan mengajarkannya” (Thabaqat Al Kubra, Ibnu Sa’ad 1/56)

[8] Diantara prinsip prinsip yang wajib diketahui oleh seorang Hmaba setelah kewajiban mengenal Allah dan Agama adalah kewajiban mengenal Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Mengenal Nabi shalallahu alaihi wasallam mengandung 5 (lima) hal :

[a] Mengenal nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam bahwa beliau adalah manusia termulia dari segi nasab dan keturunan. Para ulama mewajibkan atas setiap muslim untuk menghafalkan nasab Nabi shalallahu alaihi wasallam sampai kepada urutan nenek moyang Nabi yang ke tiga yaitu Hasyim. (Faidhul Bari ‘Ala Shahih Al Bukhari 4/519)

[b] Mengenal usia dan tempat dan tanggal lahir serta tempat hijrahnya.

[c] Mengenal masa kenabiyannya yaitu selama 23 tahun.

[d] Penjelasan dengan apa beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Beliau diangkat menjadi Nabi dengan surat Al ‘Alaq dan diangkat menjadi Rasul dengan surat Al Mudatsir.

[e] Penjelasan untuk apa beliau diutus dan faktor faktor yang melatar belakanginya. Beliau diutus menegakan Tauhid dan menegakkan syari’at Allah yang berkonsekwensi mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan, dan beliau diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam, agar mereka keluar dari kegelapan kemusyrikan dan kejahilan, menuju cahaya ilmu dan keimanan serta Tauhidullah (keesaan Allah), hingga mereka mendapatkan maghfirah Allah dan keridhaan Nya serta selamat dari siksa dan amarah Nya. (Syarah Tsalatsatsul Ushul, syaikh Al ‘Utsaimin hal. 122-123)

Abu Ghozie As Sundawie

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.