Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat kelak.

Sebagian besar orang mengira bahwa kesuksesan dan kebahagiaan hidup terletak pada berlimpahnya harta, kedudukan, karir yang mapan serta pernak pernik dunia lainnya. Namun didapati kenyataan bahwa semua itu tidak cukup untuk mengantarkan seseorang pada kesuksesan dunia, terlebih akhirat. Lebih banyak diantara mereka yang bangkrut dan merugi, bahkan semuanya mereka merugi.

Lantas dimanakah kebahagiaan dan kesuksesan itu berada? Bagaimanakah menjadi orang yang sukses?? Sukses yang dimaksud di sini bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga bisa menyelamatkan orang lain. Sukses inilah yang selamat dari kerugian di dunia dan akhirat. Simak dan renungkan tafsir surat Al ‘Ashr berikut.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Demi Masa

Allah bersumpah dengan al ‘ashr, satu diatara makhluk makhluk Allah, dan Allah berwenang untuk besumpah dengan makhlukNya. Adapun makhlukNya, maka tidak diperkenankan untuk bersumpah selain dengan nama Allah Ta’ala.

Yang dimaksud masa adalah waktu atau umur. Karena umur inilah termasuk diantara nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia. Hendaklah kita menggunakan umur ini untuk beribadah kepada Allah dan jangan bermaksiat kepadaNya. Karena sebab umur, manusia bisa menjadi mulia atau sebaliknya.

Manusia Benar-Benar dalam Kerugian

Manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kerugian adalah lawan dari keberuntungan. Menurut Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah, kerugian terbagi menjadi dua, yakni:

Pertama, kerugian mutlak yaitu bagi orang yang merugi di dunia dan akhirat. Ia luput dari nikmat Allah dan mendapat siksa di neraka jahim. Wal’iyadzu billah

Yang kedua, kerugian dari sebagian sisi, bukan yang lainnya. Allah mengglobalkan kerugian pada setiap manusia kecuali yang punya empat sifat: (1) iman, (2) beramal sholeh, (3) saling menasehati dalam kebenaran, dan (4) saling menasehati dalam kesabaran.

1- Mereka yang Memiliki Iman

Golongan pertama yang selamat dari kerugian adalah mereka yang memiliki iman. Syaikh As Sa’di menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah perintah beriman kepada Allah dan beriman kepada-Nya tidak diperoleh kecuali dengan ilmu.

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata bahwa iman di dalamnya harus terdapat perkataan, amalan dan keyakinan. Keyakinan inilah ilmu, karena ilmu berasal dari hati dan akal. Jadi orang yang berilmu jelas selamat dari kerugian.

2- Mereka yang Beramal Sholeh

Golongan selanjutnya adalah mereka yang melakukan seluruh kebaikan lahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak hak Allah juga hak hak manusia, wajib maupun sunnah.

3- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kebenaran

Golongan selanjutnya yang terhindar dari kerugian adalah mereka yang saling menasehati dalam dua hal yang telah disebutkan diatas. Mereka saling menasehati, memotivasi, dan mendorong satu sama lain untuk beriman dan melakukan amalan sholeh.

4- Mereka yang Saling Menasehati dalam Kesabaran

Golongan terakhir yaitu mereka yang saling menasehati untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat kepadaNya, juga bersabar dalam menghadapi takdir Allah yang dirasa kurang baik.

Karena sabar itu terdiri dari tiga macam: (1) sabar dalam hal melakukan ketaatan, (2) sabar dalam hal menjauhi maksiat, dan (3) sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyenangkan atau menyakitkan.

Sukses pada Diri dan Orang Lain

Dalam penjelasannya, Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata: “Dua hal yang pertama (iman dan amal sholeh) adalah untuk menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya adalah untuk menyempurnakan orang lain. Seorang manusia menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keberuntungan yang besar.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 934).

Sudah Mencukupi dengan Surat Al ‘Ashr

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

هذه السورة لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هي لكفتهم

“Surat ini (Al ‘Ashr), seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya, maka itu sudah mencukupi mereka.” Sebagaimana hal ini dinukil oleh Syaikh Muhammad At Tamimi dalam Kitab Tsalatsatul Ushul.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sukses dan selamat dari kerugian dunia lan akhirat. Aamiin []

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.