Oleh: Fariq Gasim Anuz

Dari Abu Darda radhiallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah duduk di sebelah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu Bakar menghadap beliau sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga terlihat lututnya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, “Sesungguhnya teman kalian ini sedang galau.”

Lalu Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul Khatab (Umar) terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun beliau belum mau memaafkanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang.”

Nabi Shallallahu
Alaihi Wasallam lalu berkata,

“Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar.” (sebanyak tiga kali).

Tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, “Apakah di dalam ada Abu Bakar?”
Namun keluarganya menjawab, “Tidak”.
Umar segera mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sementara wajah Rasulullah terlihat memerah marah kepada Umar.

Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan memohon kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sambil duduk diatas kedua lututnya, “Wahai Rasulullah, Demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah.” (Sebanyak dua kali).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu kalian mengatakan, ‘Engkau pendusta wahai Muhammad’, sementara Abu Bakar berkata, ‘Engkau benar wahai Muhammad’. Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku?” (Sebanyak dua kali). Setelah itu Abu Bakar tidak pernah lagi disakiti hatinya.” (HR.Bukhari)

Diantara faidah yang bisa dipetik dari kisah diatas :

1. Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu.

2. Boleh memuji seseorang di hadapannya dengan tujuan untuk memotivasinya.

3. Marah karena nafsu itu tercela dan berdampak negatif.

4. Marah karena Allah itu terpuji dan berdampak positif.

5. Orang yang utama adalah orang yang segera kembali kepada kebenaran.

6. Keutamaan meminta maaf jika kita bersalah, dan keutamaan memaafkan jika saudara kita menyesali dan meminta maaf.

7. Jika kita berselisih dengan saudara kita maka berusahalah menyelesaikannya sendiri tanpa menyertakan orang lain. Jika gagal, maka segerelah meminta tolong kepada ahli ilmu yang takwa dan wara’ agar menengahi dan mendamaikannya dengan adil.

8. Janganlah malu dan gengsi untuk mengakui kesalahan di hadapan orang banyak.

9. Pentingnya mengorbankan harta dan jiwa dalam perjuangan di jalan Allah.

10. Larangan menyakiti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu.

11. Orang yang menyakiti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu berarti ia juga menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Aalihi Wasallam.

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.