belakangan ramai diperbincangkan oleh kebanyakan orang akan terlarangnya bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid, yang dimana itu paksakan dan dituduhkan itu adalah milik salah satu organisasi yang tempo hari diputuskan terlarang di indonesia.

mari sejenak mengenal sedikit bagaimana bendera rasulallah dan seperti apa sih bentuknya?

Penjelasan Al-Liwa sebagai bendera negara Islam dan Ar-Rayah sebagai panji perang dijelaskan oleh beberapa hadis:

كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

“Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih.” (HR Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

“Bahwa Nabi Saw masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih.” (HR Imam An-Nasai dan At Tirmidzi)

كَانَ لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ

“Liwa Rasulullah Saw berwarna putih.” (HR Ibn Abiy Syaibah)

dan ditambah diketerangan sebuah hadis yang lemah ” dan liwa nya beliau (rasulallah) itu putih dan tertulis diatasnya laa ilaha illallah muhamad rasulallah ”

maka sudah jelas lah dari penjelasan hadis diatas, bahwa bendera berlatar putih dan hitam yang tertulis didalamnya kalimat tauhid maka itulah bendera rasulallah dan milik semua ummat islam bukan milik sebagian kelompok atau bahkan milik kelompok tertentu saja.

dan juga penjelasan kementrian dalam negri yang menjelaskan Melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo mengungkapkan perbedaan antara bendera HTI dengan bendera Rasulullah.

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo seperti dikutip dari laman Kemendagri, 22 Juli 2017.

maka jangan jadikan diri kita korban dari propaganda anti islam, anti syariat islam dan anti simbol simbol islam yang sedari dulu masif di gaungkan kaum liberalis yang senantiasa memusuhi islam.

(umar rudini/rumahhufazh.or.id)

 

 

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.