Mempelajari ilmu agama adalah wujud dari meneladani orang-orang shaleh sebelum kita dari kalangan para ulama teladan. Dan tentu saja meneladani nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memerintahkan umatnya agar mempelajari apa yang beliau bawa. Kemudian mengamalkannya dan mendakwahkannya.

Semua itu kita lakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah Jalla wa ‘Ala. Belajar memperoleh ilmu dengan tujuan ridha Allah Jalla wa ‘Ala dan berharap pahala-Nya. Imam Ahmad rahimahullah mengatakan,

العلم لا يعدله شيء إذا صلحت النية

“Ilmu itu tidak ada yang menandinginya kalau niatnya benar.”

Kemudian ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dengan niat yang benar?”

Beliau menjawab,

أن تنوي بالعلم رفع الجهل عن نفسك وعن غيرك

“Untuk menghilangkan ketidak-tahuan dari dirimu dan orang lain.”

Niat yang lurus dan tulus butuh dilatih. Butuh kesungguhan jiwa agar bisa berpaling dari tujuan-tujuan yang tidak terpuji. Seseorang harus senantiasa melatih dirinya untuk memperbaiki niatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Amal itu hanya tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.”

Adapun jawaban dari pertanyaan yang kedua. Ilmu apa yang harus dipelajari? Ilmu terbaik secara mutlak, paling sempurna, dan paling mulia adalah ilmu-ilmu syariat. Ilmu tentang firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ilmu ini adalah ilmu yang paling suci, paling baik, dan paling manfaat. Ayat-ayat dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan dan pujian ahli ilmu agama sangat banyak.

Ilmu agama adalah ilmu yang mengajarkan manusia tentang tujuan dan hakikat penciptaan mereka. Ilmu tentang tauhid, keyakinan, dan agama yang benar. Ilmu tentang rukun Islam sebagai pondasi agama. Ilmu tentang halal dan haram. Inilah ilmu yang tersuci dan terbaik secara mutlak. Ilmu-ilmu yang khotib sebutkan ini, tidak diperbolehkan seseorang tidak mengetahuinya. Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari dan memahaminya. Karena apabila sesuatu yang wajib tidak bisa diwujudkan kecuali dengan mempelajari hal-hal tertentu. Maka mempelajari hal-hal tersebut menjadi kewajiban pula.

Mempelajari tentang tata cara shalat. Tata cara puasa. Tata cara mentauhidkan Allah. Bagaimana menjauhi kesyirikan dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah. Bagaimana jual beli yang halal dan mana yang haram dan lain-lain.

Seorang muslim hendaknya bersemangat mempelajari ilmu-ilmu syariat. Membaca dan mentadabburi kitab Allah. Mengkaji dan memahami sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan juga merenungkan serta meresapi kisah hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meneliti dan mengilmui petunjuk para sahabat beliau radhiallahu ‘anhum. Serta sejarah hidup para ulama yang mulia. Dan metode-metode belajar ilmu syariat lainnya.

Ilmu ini adalah cahaya yang menerangi jalan. Pandangan yang membuat seorang muslim tahu arah. Lentera yang menunjukkan jalan yang lurus. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [Quran Asy-Syura: 52]

Kemudian, perhatikan pula ilmu yang lain. Seperti ilmu teknik dan selainnya. Jika seseorang meniatkan saat mempelajarinya untuk Islam dan kaum muslimin, maka ia juga akan mendapatkan pahala ketika mempelajarinya. Dan proses belajarnya menjadi kegiatan amal shaleh. Sehingga bermanfaat untuknya di sisi Allah kelak.

Tentang pertanyaan ketiga, bagaimana cara belajar? Ada kiat dan adab yang tidak bisa tidak harus dipenuhi seorang pembelajar, agar tujuannya dalam belajar terwujud. Dan terwujud dengan jalan yang lebih singkat serta lebih muda. Kiat terpenting adalah memohon pertolongan kepada Allah dalam proses belajar. Karena ilmu adalah karunia dari Allah. Yang dianugerahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kita teladan dengan sebuah doa yang selalu beliau baca seusai shalat subuh.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا صَالِحًا وَرِزْقًا طَيِّبًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang shaleh, dan rezeki yang baik.”

Doa lain yang beliau tuntunkan adalah:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

“Ya Allah jadikanlah bermanfaat apa yang telah Engkau ajarkan padaku. Ajarkan aku hal yang bermanfaat untukku. Dan tambahkanlah aku ilmu.”

Setelah memohon pertolongan kepada Allah, seorang wajib melakukan aksi nyata. Ia tempuh jalan menuntut ilmu. Di antaranya adalah besabar dalam mempelajari ilmu. Ilmu itu diperoleh dengan masa yang lama. Bersungguh-sungguh dalam belajar. Memiliki guru dan bersemangat untuk memperoleh faidah dari mereka. Bergaul dengan orang-orang yang semangat dalam belajar. Karena teman itu memberikan pengaruh besar.

Kemudian, hal yang tidak boleh juga dilupakan adalah mengamalkan ilmu yang sudah diketahui. Apabila kita mendengar satu hadits, amalkan hadits tersebut. Sehingga menjadi seorang yang menguasai ilmu dan mengamalkannya. Adapun orang yang banyak ilmunya, tapi tidak mengamalkannya, ilmunya akan menjadi hujjah yang mencelakakannya pada hari kiamat kelak. Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu berkata,

يهتف بالعلم العمل فإن أجابه وإلا ارتحل

“Sambutlah ilmu itu dengan amalan. Jika ia merespon demikian (ia akan dapat). Jika tidak, ilmu pun akan pergi.”

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah menjadi pendengar yang baik. Diam dengan seksama. Bertanya dengan cara yang baik. Bersungguh-sungguh memahami. Kemudian berdiskusi dengan teman.

Kiat lain yang harus dilakukan oleh seorang pembelajar adalah mempraktikkan adab yang baik terhadap guru dan menghormati mereka. Siapa yang beradab terhadap gurunya, tentu besar kemungkinan ia akan mendapatkan banyak faidah dari gurunya. Demikian juga beradab dengan buku-buku. Terlebih lagi kitabullah. Memuliakan buku, memberinya perhatian, seperti tidak melempatnya atau meletakkannya di tempat yang rendah. Karena hal tersebut termasuk tidak menghormati ilmu. Siapa yang tidak menghargai buku, tentu ia akan terhalangi dari ilmu dan faidah.

Ilmu adalah sebuah tanggung jawab besar. Kita semua akan ditanya pada hari kiamat kelak. Ketika kita berdiri di hadapan Allah Jalla wa ‘Ala, kita akan ditanya tentang semua yang telah kita ketahui. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ – وذكر منها – : وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal -disebutkan di antaranya- tentang ilmunya, apa yang sudah dia amalkan?”

Demikian, orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan jiwanya agar mau beramal sebagai persiapan kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah mereka yang tunduk mengikuti hawa nafsunya. Kemudian berangan-angan Allah memberikan kebaikan untuk mereka.[]

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.