Segala puji milik Allah Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada Nabiyyina Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya serta pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Sesungguhnya musibah yang menimpa umat Islam, bencana yang mereka dapati, berbagai bentuk siksaan yang terjadi menimpa mereka, wajib menjadi bahan renungan dan muhasabah. Sejauh mana kita umat Islam berpegang teguh dengan agama kita? Sejauh mana kita berpegang teguh dengan petunjuk Nabi kita Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?

Musibah-musibah ini, tak ada satu pun manusia yang mampu menolaknya. Langkah yang seharusnya kita lakukan adalah menempuh cara-cara yang menjadikan kaum muslimin sadar terhadap apa yang terjadi pada mereka. Wajib mengangkat kelalain umat Islam. Karena kelalaian inilah yang menjadi sebab mereka ditimpa musibah.

Cara utama yang dapat ditempuh, yang mana cara ini banyak dilalaikan oleh orang-orang, yaitu merealisasikan ketaatan secara sempurna dan tulus kepada Allah Ta’ala dalam keadaan suka maupun duka. Dalam keadaan terang-terangan maupun menyepi.

Allah Ta’ala berfirman,

﴿وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا﴾

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS:Ath-Thalaaq | Ayat: 2).

Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘anhuma mengatakan, “Maksudnya Allah menyelamatkannya dari segala musibah di dunia dan akhirat.”

Kapanpun seorang muslim merealisasikan prinsip takwa ini pada dirinya dan masyarakatnya, maka ia menjadi jalan keluar dari setiap permasalahan yang menghimpit. Kapanpun sekelompok masyarakat muslim berpegang teguh dengan asas ini, sebagaimana berpegang teguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan tiga generasi awal umat ini, dalam setiap keadaan mereka, maka akan menjadi baiklah keadaan mereka.

Ketika para pengambil keputusan kaum muslimin dan orang-orang pemerintahan bertakwa kepada Allah Ta’ala, umat akan menjadi mulia. Kedudukan mereka menjadi tinggi. Kokoh pemerintahannya. Kehidupan menjadi tenang. Dan keadaan mereka terus bertambah baik.

﴿أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ﴾

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS:Yunus | Ayat: 62).

Apapun yang menimpa mereka, sesungguhnya kebersamaan Allah Ta’ala menjadi pelindung dan penjaga mereka, umat akan ditolong dari berbagai musibah. Baik musibah pada agama atau pada diri mereka sendiri. Ditolong dari musibah yang menimpa harta dan kehormatan mereka. Ditolong dengan cara diberikan kemudahan hidup dan rezeki.

Hendaknya umat ini menjadikan musibah ini sebagai titik tolak untuk kembali kepada Allah Ta’ala pencipta mereka. Hendaknya mereka menyadari betapapun pahit musibah ini, tapi sama sekali tak sebanding dengan musibah di akhirat saat manusia berjumpa dengan Rabb mereka. Jika mereka berpaling dari agama Allah, maka:

﴿وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنصَرُونَ﴾

“Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.” (QS:Fushshilat | Ayat: 16).

﴿وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS:As-Sajdah | Ayat: 21).

Sesungguhnya di antara bentuk kedermawan dan kasih sayang Allah, Dia mengingatkan kita tentang suatu hakikat yang tersembunyi dari banyak orang. Allah Ta’ala berfirman,

﴿وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS:Al-A’raf | Ayat: 168).

Allah Ta’ala juga berfirman,

﴿ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS:Ar-Ruum | Ayat: 41).

Tidaklah ketika umat Islam ditimpa dengan berbagai macam musibah dan berbagai bentuk balak, kecuali hal itu menjadi jalan bagi mereka untuk kembali kepada Rabb mereka. Tunduk kepada-Nya. Bertaubat kepada-Nya dengan taubat yang tulus dan jujur, dari semua dosa yang mereka lakukan

Allah Ta’ala berfirman

﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS:An-Nuur | Ayat: 31).

(Bersambung…)

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.