Segala puji milik Allah Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada Nabiyyina Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya serta pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Keimanan itu agung dan mulia. Ia adalah tujuan tertinggi dan puncak cita-cita. Keimanan merupakan tujuan Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakan hamba-hamba-Nya. Menga-adakan mereka setelah sebelumnya tidak ada. Tujuannya adalah merealisasikan keimanan.

Dengan keimanan terwujudlah kebahagiaan seseorang di dunia dan akhirat. Dengan keimanan, seseorang menjadi tentang, kokoh jiwanya, dan tentram hatinya. Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [Quran Ar-Ra’du: 28].

Dan firman-Nya:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Quran An-Nahl: 97].

Dengan keimanan, seseorang akan berhasil mendapatkan ridha dan cinta Allah Tabaraka wa Ta’ala. Dengan iman pula seseorang berhasil selamat dari murka Allah Yang Maha Perkasa, yaitu selamat dari neraka. Dengan keimanan seorang mukmin akan memetik hasil yang besar di hari kiamat kelak. Ia akan mendapatkan anugerah dan pemberian terbesar di akhirat yaitu berjumpa dengan Allah, mendapati wajah Rabb yang mulia Jalla wa ‘Alaa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang beriman:

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ -يوم القيامة -كَمَا تَرَوْنَ القَمَرَ لَيْلَةَ البَدْرِ لَا تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ

“Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian -pada hari kiamat-. Sebagaimana kalian melihat Bulan Purnama. Kalian tidak berdesak-desakkan ketika melihatnya.” (HR. al-Bukhari).

Dan Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ (22) إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” [Quran Al-Qiyamah: 22-23].

Kita berdoa sebagaimana dengan doa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

((اللهم إني أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ

“Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. (HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani).

Nabi juga mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

“Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan berupa keimanan. Jadikan kami orang yang mendapatkan petunjuk dan memberi petunjuk kepada orang lain.”

Keimanan adalah pohon yang penuh berkah. Ia memiliki akar yang kokoh. Dan cabang yang kuat. Serta buah yang banyak. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” [Quran Ibrahim: 24-25].

Pokok keimanan terdiri dari enam hal yang telah dijelaskan dalam Alquran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak akan tegak pokok keimanan tersebut kecuali dengan enam hal tersebut. Keenam hal itu adalah yang kita kenal dengan rukun iman. Iman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari kiamat, dan kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” [Quran An-Nisa: 136].

Di dalam hadits yang agung, yang dikenal dengan hadits Jibril. Yaitu ketika Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apa itu iman. Nabi menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.”

Adapun cabang dari pokok keimanan yang penuh berkah ini adalah amal shaleh dan ketaatan, atau segala macam jalan yang dapat mendekatkan diri seorang mukmin kepada Allah Ta’ala.

Dan terdapat pula sebuah hadits agung yang menjelaskan tentang bangunan Islam. Seperti sabda beliau:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Islam itu dibangun atas lima hal: Bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusannya. Menegakkan shalat. Membayar zakat. Berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji.”

Demikianlah semestinya seseorang yang beriman mendekatkan diri mereka kepada Allah. Yaitu dengan cara mengerjakan berbagai ketaatan. Semua itu dapat menambah dan memperkuat keimanan kita kepada Allah Jalla wa ‘Ala.

Sebagaimana iman meliputi berbagai macam ketaatan dan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, iman juga termasuk meninggalkan perbuatan dosa. Oleh karena itu, para ulama menyatakan, iman itu ucapan dan perbuatan. Bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat. Sebagaimana taat menambah keimanan, maka kemaksiatan mengurangi dan melemahkan iman. Ketika seorang mukmin meninggalkan kemaksiatan karena taat kepada Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, maka perbuatannya tersebut termasuk amal shaleh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلَا يَشْرَبُ الخمر حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Pezina tidak berzina ketika ia berzina sedang ia dalam keadaan mukmin; pencuri tidak mencuri ketika ia mencuri sedang ia dalam keadaan mukmin; dan orang tidak minum minuman keras ketika ia meminumnya sedang ia dalam keadaan beriman.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Maksudnya adalah amalan-amalan ini apabila dilakukan seseorang dapat mengurangi keimananya dan melemahkan agamanya sebesar dosa dan kesalahan yang ia lakukan.

Di antara hal yang dapat menambah keimanan adalah berakhlak dengan akhla yang mulia. Bermuamalah kepada orang lain dengan muamalah yang baik. Karena syariat Islam bertujuan membentuk seseorang menjadi seorang yang berakhlak mulia dan baik.

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, hal apakah yang banyak memasukkan seseorang ke surga? Beliau menjawab:

تقوى الله جل وعلا وحسن الخلق

“Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”

Demikianlah, mari kita koreksi keimanan kita. Mari kita perhatikan ketaatan kita kepada Rabb kita. Karena hal itulah yang hakikatnya membuat kita bahagia. Hal itulah yang menjadi sebab kita sukses dan berhasil di dunia dan akhirat…semoga[]

 

 

rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

 

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.