Akhir –akhir ini negri kita beruntun Allah berikan ujian dan bencana, baik gempa bumi, tsunami, longsor , banjir dan lain sebagainya, yang membuat banyak luka mendalam, luka yang membekas atas kehilangan orang –orang tercinta , namun bagaimana sehaurnya seorang muslim bersikap ? dikala menghadapi bencana ?.

Sesungguhnya musibah dan bencana adalah ujian bagi seorang hamba dan sebagi tanda cinta Allah kepada para hambanya.

Sebagaimana perkataan Nabi shallallahu alaihi wa salam :

“Sesungguhnya besarny aganjaran seorang hamaba itu tergantung pada besarnya ujian yang ia alami,  seseungguhnya jiuka Allah mencintai sekelompok kaum maka allah akan menguji mereka, jika mereka ridho (akan musibah,pen) maka baginya ridho Allah, barangsiapa yang murka ( tidak menerima ujian Allah,pen) maka baginya murka (dari Allah,pen)”

 (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan di shohihkan oleh syaikh Al-albani).

Dan disegerakanya ujian serta musibah adalah suatu hal  yang baik bagi seorang mukmin ketimbang di akhirkan di akhirat kelak, karna dengan diberikanya musibah dan ujian seorang hamba ditinggikan derajatnya dan dihapuskan dosa-dosa nya.

Sebagaimana sabda Nabi Alaihi sholatu wasallam :

“jika Allah menghendaki suatu kebaikan untuk seorang hamba, maka Allah segerakan hukuman di dunia , dan jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba, maka allah akhirkan hukuman baginya disebabkan dosa-dosanya dan akan Allah  berikan adzab nya di akhirat “ (HR Tirmidzi)

Maka senantiasalah kita bersabar dan selalu berharap pahala dan keridhoan allah azza wa jalla atas setiap musibah yang kita hadapi dan alami.

Jangan sekali-kali mencela dan menghardik bencana yang terjadi, yakinlah banyak hikmah yang bisa kita ambil dan dosa kita diampuni serta derajat kita di tinggikan.

Berkata Hasan al-bashri :

“ janganlah kalian membenci bencana  yang terjadi serta keburukan-keburukan yang ada, berapa banyak perkara yang dibenci namun disitulah sebab kesalamatan, dan berapa banyak perkara yang disukai namun disitulah sebab malapetaka”.

Senantisalah mencari ganjaran pahala disetiap musibah dan ujian yang terjadi dengan kesabaran dan tidaklah seorang bisa bersabar kecuali dengan tekad kuat keimanan yang tertanam didalam dirinya.

Bukankah setiap perkara seorang mukmin itu baik? Jika ditimpa musibah ia bersabar maka pahala yang ia dapatkan , namun jika nikmat yang ia peroleh kemudian bersyukur ia pun akan mendapatkan pahala atas rasa syukurnya.

Bersabarlah saudarku .

umar/rumahhufazh.or.id
______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.