Beragama adalah sebuah pilihan setiap individu, namun disetiap agama pasti mempunyai aturan hukum bagi para pemeluknya.

Jagat Maya kini digegerkan dengan kabar ada satu keluarga selebriti yang ramai ramai berpindah keyakinan dari satu agama ke agama lainya.

Demikian juga publik di gegerkan dengan kabar rencana pernikahan salah seorang mantan pejabat publik dengan salah seorang perempuan yang katnya dulu beragama islam berpindah keyakinan ke kristen.

Terlepas benar atau tidak nya kabar tersebut, kita mesti tahu apa konsekwensi seseorang yang telah memeluk islam kemudian keluar dari agama islam.

Karena Islam adalah Agama yang sempurna semua aspek telah di atur sedemikian rupa.

Ada beberapa hadis yang membahas akan akibat jika seseorang telah murtad dari agama nya diantara ny adalaht:

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالمَارِقُ مِنَ الدِّينِ التَّارِكُ لِلْجَمَاعَةِ

”Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi laa ilaaha illallah dan bahwa aku utusan Allah, kecuali karena tiga hal: nyawa dibalas nyawa, orang yang berzina setelah menikah, dan orang yang meninggalkan agamanya, memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.” (HR. Bukhari 6878, Muslim 1676, Nasai 4016, dan yang lainnya).

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa kehormatan seseorang dan harta serta darah nya akan terjaga dan tidak ada yang boleh merampasnya kecuali jika berzina bagi yang muhshon, membunuh dan keluar dari agama nya.

Maka jelaslah bahwa seseorang jika ia telah murtad dan mengatakan secara gamblang dan sadar ia murtad hukuman yang Allah tetapkan ialah dibunuh.

Meskipun memang hukum ini tidak mungkin diterapkan di negri ini yang tidak berasas kan syariat islam, meski terdengar kejam, namun dibalik semua ini ada hikmah yang banyak dan berefek pada keamaan yang terjaga.

Dalam hadis lain, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

”Siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia.” (HR. Bukhari 3017, Nasai 4059, dan yang lainnya)

Makna: ’Mengganti agama’: murtad, keluar dari islam. Karena hadis ini dimasukkan para ulama hadis dalam pembahasan hukuman orang yang murtad.

Mengapa Dihukum Mati?
Satu hal yang perlu kita beri garis tebal, hukuman bunuh untuk orang yang murtad, 100% berdasarkan keputusan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan keputusan beliau, jelas merupakan wahyu Allah. Karena itu, hukuman ini bukan hasil pemikiran atau ijtihad manusia, apalagi dikaitkan dengan latar belakang politik kaum muslimin.

Mengapa dihukum bunuh?
Masyarakat islam ibarat sebuah tubuh. Seorang muslim dalam tatanan masyarakat islam ibarat satu sel dalam tubuh. Ketika muslim ini keluar dari islam, dia menjadi sel mati, yang jika dibiarkan akan menjadi tumor. Berbahaya bagi sel yang lain. Karena itu, sel semacam ini harus dikarantina dan jika tidak bisa disembuhkan, dia dibuang.

Demikian lah balasan akan hukuman orang yang murtad atau keluar dari agama nya.

Umar rudini/rumahhufazh.or.id

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.