Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ

“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat amalan adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Di antara ibadah yang paling mulia, yang merupakan ciri khas orang-orang shaleh. Dan ibadah ini juga merupakan ciri para penghuni surga adalah shalat malam (qiyamul lail). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Oleh karenanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang mengerjakan shalat malam dalam banyak ayat. Di antaranya Allah memuji penghuni surga dengan firman-Nya,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” [Quran Adz-Dzariyat: 15-18].

Allah Ta’ala sebutkan ciri pertama dari penghuni surga adalah mereka yang sedikit tidur karena shalat malam. Dan mereka tidak ujub serta sombong dengan shalat malam tersebut. Setelah shalat malam, mereka beristighfar memohon ampun kepada Allah Ta’ala.

Kemudian firman Allah yang lain-Nya,

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ (16) فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (17)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” [Quran As-Sajdah: 16-17].

Pada saat malam mereka jauh dari tempat tidur mereka. Artinya mereka kurangi porsi tidur mereka untuk mengerjakan shalat malam. Kemudian di siang hari mereka menyedekahkan sebagian dari rezeki yang mereka dapatkan. Mereka menyambung hubungan baik dengan manusia di siang hari. Dan di malam hari, mereka menyendiri bersama Allah dalam shalat malam mereka.

Karena mereka berupaya menyembunyikan amal kebaikan mereka di malam hari, Allah balas mereka dengan kebaikan yang mereka tak mengetahui hakikat sejatinya. Mereka mendapat balasan yang sangat indah. Yang akal mereka tak mampu membayangkan akan keindahan balasan tersebut. Ini menunjukkan orang yang shalat malam hendaklah mengikhlaskan amal mereka hanya untuk Allah dengan cara menyembunyikannya dari pandangan dan pendegaran manusia.

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [Quran Az-Zumar: 9].

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan tidak sama antara seseorang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Di antara bukit seseorang yang berilmu adalah mereka yang beramal. Dan amal yang disebut dalam ayat ini adalah shalat malam. Oleh karena itu, seolah-olah shalat malam menjadi bukti akan ilmu seseorang.

Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala bercerita tentang ‘ibadurrahman (hamba-hamba Ar-Rahman). Dalam rangkaian ayat di Surat Al-Furqon Allah sebutkan tentang siapa yang layak disebut sebagai ‘ibadurrahman. Dan di akhirnya Allah berfirman,

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” [Quran Al-Furqon: 75]
Siapakah ‘ibadurrahman yang mendapat martabat yang tinggi karena kesabaran mereka? Mereka adalah

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا (63) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (64)

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” [Quran Al-Furqon: 63-64].

Mereka ini adalah para penghuni surga. Mereka di malam hari mengerjakan shalat. dan ayat ini juga menunjukkan bahwa mengerjakan shalat malam itu butuh kesabaran. Menjadikannya rutinitas bukanlah hal mudah, seseorang harus bersabar. Agar ia mampu menghiasi dirinya dengan salah satu ciri orang-orang shaleh.[]

*Dari berbagai sumber

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.