rumahhufazh.or.id (Jakarta) – Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 27 Februari – 3 Maret 2019. Masyarakat Muslim diajak melakukan refreshing dan rekreasi intelektual di IBF.

“Saya berharap banyak kepada masyarakat kita untuk mengunjungi Islamic Book Fair, karena bukan hanya akan mendapatkan buku yang bagus, sekaligus refreshing dan rekreasi intelektual,” kata Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Prof KH Nasaruddin Umar dikutip dari Republika, Rabu (20/2).

Dia menjelaskan, rekreasi intelektual bertujuan untuk mengasah ketajaman intelektual diri. Sehingga pengunjung IBF akan mengetahui dunia sedang berubah dengan semakin berkembangnya informasi.

Ia menegaskan, tidak akan pernah rugi orang-orang yang datang ke IBF. Sebab mereka akan mengetahui informasi dunia keislaman di Indonesia dan mancanegara sudah sedemikian hebatnya. Semua orang akan bangga karena umat Islam sudah meraih prestasi luar biasa.

“Sehingga melalui buku-buku yang ada di IBF, akan mengetahui diri kita seperti apa, kelemahan kita apa, sekaligus memahami kelebihan kita apa. Melalui buku bisa bersikap bijaksana dan bisa belajar banyak kepada orang lain,” ujarnya.

Imam Masjid Istiqlal tersebut juga menyoroti minat baca masyarakat Indonesia yang masih kurang. Menurutnya, kehadiran IBF menjadi sangat penting untuk meningkatkan literasi keislaman masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, IBF memiliki fungsi ganda. Pertama, menjual buku dan mencari keuntungan. Kedua, memberi tahu masyarakat bahwa dari tahun ke tahun selalu ada perkembangan pemahaman keagamaan Islam. “Buku-buku moderen, buku-buku baru muncul, ini menandakan bahwa generasi Muslim selalu menampilkan prestasi-prestasi yang terbaiknya,” jelasnya.

Ia mengatakan, masyarakat bisa melihat buku tiga tahun yang akan datang lebih baik dari buku masa lalu. Buku-buku yang lahir terakhir tidak kalah dengan buku-buku yang lahir di masa lalu. Buku-buku dari masa lalu pendekatannya deduktif dan kualitatif. Sementara buku-buku sekarang diperkaya lagi dengan pendekatan induktif dan kualitatif.

Nasaruddin yang juga Penasihat IBF 2019 mengingatkan, IBF diselenggarakan di bulan-bulan politik. Ia menegaskan, IBF tidak terkait dengan partai politik dan kepentingan politik praktis manapun. Di IBF jangan menampilkan logo atau yel-yel yang berhubungan dengan kepentingan politik praktis.[]

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.