rumahhufazh.or.id (Jakarta) – Sekitar 219 tahanan Palestina meninggal dalam penjara Zionis sejak 1967. Kelompok hak asasi mencatat bahwa 60 tahanan meninggal karena perawatan kesehatan yang tidak tepat, 78 sengaja dibunuh, 74 disiksa sampai menemui ajal dan tujuh lainnya ditembak hingga mati, kantor berita Safa melaporkan Selasa (19/2/2019) sebagaimana dikutip Middle East Monitor (MEMO), Rabu (20/2).

Berdasarkan wawancara dengan para direktur beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) yang memperjuangkan hak-hak tahanan Palestina dan Arab, Safa melaporkan bahwa ada 750 tahanan pria dan wanita Palestina yang membutuhkan perawatan medis yang saat ini ditahan di penjara-penjara penjajah Zionis.

Dikatakan bahwa para tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan selama investigasi. Penyiksaan ini berlanjut sepanjang waktu melalui kelalaian medis yang disengaja.

Awal Februari 2019 ini, dua tahanan Palestina dinyatakan meninggal ketika berada di penjara-penjara Zionis. Keduanya, Safa melaporkan, meninggal setelah menderita beberapa penyakit. Salah satunya, Fares Baroud, menghabiskan 28 tahun di penjara. Beberapa hari sebelum kematiannya, dia memberi tahu keluarganya bahwa dia tidak mendapatkan perawatan medis yang segera (mendesak).

Direktur Pusat Studi Tahanan, Raafat Hamdouna, mengatakan bahwa ‘kebijakan’ penjajah terkait kelalaian medis terdiri dari empat elemen: kurangnya pemeriksaan medis yang benar, kurangnya obat-obatan yang tepat, kurangnya tes laboratorium dan menunda operasi yang mendesak.

Dia juga mengatakan bahwa penjajah mencegah Kementerian Kesehatan Palestina mengirimkan obat-obatan ke tahanan Palestina.

Direktur Pertahanan Pusat Kebebasan dan Hak Sipil, Helmi Al-Araj, menambahkan bahwa ada 750 tahanan di dalam penjara penjajah yang membutuhkan perawatan, termasuk 170 menderita penyakit serius, di antaranya 16 orang mengidap kanker.

Al-Araj juga mengatakan bahwa jumlah ini termasuk 87 tahanan pria dan wanita, yang terluka setelah 2015. Beberapa dari mereka ditembak setelah ditangkap.

Menurut data dari kelompok-kelompok HAM, ada lebih dari 6.000 tahanan Palestina di 22 penjara Zionis, termasuk 250 anak-anak, 49 perempuan dan anak perempuan[]

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.