قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.

“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”. [HR. Muslim].

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa kesombongan akan menghalangi seseorang dari masuk surga. Walaupun kadarnya hanya sebesar dzarrah. Dzarrah dalam bahasa Arab diartikan dalam beberapa makna. Di antara artinya adalah semut kecil. Semut kecil kalau kita letakkan di timbangan, sangat ringan sekali, bahkan beratnya hampir tak berarti bagi kita.

Ada lagi yang menafsirkan bahwa dzarrah adalah apabila seseorang menepukkan tangannya di tanah, kemudian dia bersihkan, maka akan tersisa butiran-butiran debu di tangannya. Nah dzarrah adalah sekadar satu butiran debu tersebut.

Tafsiran yang lain menyatakan, apabila seseorang membuka jendela rumahnya, ia akan melihat ada partikel-partikel debu yang berterbangan. Itulah yang dimaksud dengan dzarrah. Yang seandainya ditimbang harus menggunakan timbangan khusus. Dan beratnya pun tidak berarti bagi kita.

Kalau kita renungkan, seseorang yang memiliki kesombongan dengan kadar tersebut, kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dia tidak akan masuk surga. Apalagi kalau kesombongan tersebut sebesar batu. Apalagi kalau sebesar gunung. Apalagi kalau dadanya penuh dengan kesombongan.

Sewaktu Nabi ditanyakan tentang kesombongan, beliau menggambarkan bagaiman ekspresi nyata dari kesombongan tersebut.

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.”

Apabila seseorang mendapati pada dirinya perasaan meremehkan dan merendahkan orang lain. Hendaklah ia waspada. Karena ini adalah indikator atau tanda yang kuat bahwa ia sedang terjangkiti penyakit kesombongan.

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan menzalimi yang lain.” [HR. Muslim].

Hadits ini adalah petunjuk yang jelas jangan sampai seseorang merasa sombong dan lebih dibanding muslim yang lain. Dan hadits ini menuntunkan untuk bersifat tawadhu (rendah hati) yang merupakan kebalikan dari sombong.

المسلم اخو المسلم لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ . التقوى ها هنا – وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ – بحسب امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ ) رواه مسلم

“Seorang muslim itu saudara muslim lainnya, jangan menzalimi, mencela, dan menghinanya. Takwa itu disini –seraya menunjuk ke dadanya tiga kali- Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk, jika dia menghina saudaranya muslim. Setiap Muslim atas muslim lainnya itu diharamkan darah, harta dan kehormatannya.” [HR. Muslim].

Sabda Nabi, “Dan jangan menghinanya. Takwa itu disini –seraya menunjuk ke dadanya tiga kali”. Ada dua penafsiran tentang lafadz ini. Pertama, seakan-akan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, mengapa engkau meremehkan dan merendahkan orang lain? Padahal yang menjadi ukuran kedudukan seseorang di sisi Allah adalah ketakwaan yang ada di hati.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui isi hati orang lain, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengapa engkau merendahkannya, apakah engkau lebih bertakwa daripada dia? Mungkin engkau melihat amalan zahirnya, tapi kau tak tahu bagaimana isi hatinya.

Bisa jadi amalan zahir seseorang kurang di mata yang lainnya, tapi hatinya lebih ikhlas, jauh dari berbangga dan ingin dipuji. Hatinya lebih takwa dan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Artinya seseorang tak bisa menyatakan bahwa dia lebih baik dari yang lain.

Tafsiran yang kedua dari sabda Nabi “Dan jangan menghinanya. Takwa itu disini –seraya menunjuk ke dadanya tiga kali” adalah kalau kamu suka merendahkan orang lain. Suka mencela dan menghina orang lain. Ketauhilah bahwa ketakwaanmu sedang bermasalah. Isi dadanya sedang dijangkiti penyakit.

Tatkala seseorang senang menghina dan mencela orang lain, itu artinya ketakwaannya sedang bermasalah. Ia sedang dihinggapi penyakit sombong dan keangkuhan.

Karena itu, hendaknya kita berhati-hati jangan sampai kita termasuk orang-orang yang suka meremehkan amalan orang lain dan merendahkannya. Kalau ada orang yang hanya mampu beramal dengan amalan yang sedikit, kita hargai.

Marilah kita menjaga ketakwaan kepada Allah. Jangan sampai hati kita terjangkiti penyakit kesombongan. Dan kesombongan itu tampak pada perasaan dan ucapan yang meremehkan, merendahkan, dan menghina orang lain. Berhati-hatilah! Karena kesombongan adalah sifat dari Ibrlis. Dan kesombongan tempatnya di neraka yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali.

فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” [Quran Az-Zumar: 72].

Wallaahu A’lam[]

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.