rumahhufazh.or.id (Jakarta) – Serangan teroris ditujukan kepada kaum muslimin yang tengah melaksanakan shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Serangan brutal pada Jumat (15/03/2019) yang menyebabkan 49 orang wafat itu menambah daftar aksi teror yang menargetkan umat Islam.

Dilansir dari Kiblat.net serangan di Christchurch ini bukan satu-satunya aksi teror yang menargetkan umat Islam. Sebelumnya sejumlah penyerangan teroris kepada kaum muslimin terjadi di negara-negara Barat, yang kerap menuding Islam sebagai pangkal terorisme. Berikut daftarnya.

Teror Pembakaran dan Penembakan Masjid di Amerika Serikat

Aksi teror berupa penembakan terjadi di Masjid Al Furqon, Queens, New York, Sabtu (13/8/2016). Aksi penembakan menyebabkan imam masjid bernama Maulana Akonjee (55) dan seorang jemaah bernama Thara Uddin (64) meninggal dunia.

Serangan teroris itu terjadi setelah kedua korban selesai melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al-Furqan pada pukul 13.55 waktu setempat. Pelaku penembakan yang melakukan aksinya sendirian menggunakan pistol berukuran besar.

Sebulan berselang, seorang pria warga Amerika Serikat bernama Joseph Schreiber membakar sebuah masjid di Pusat Islam Fort Pierce, Florida. Serangan teror itu dilakukannya ketika umat Islam setempat tengah menyambut Hari Raya Idul Adha pada September 2016.

Joseph Schreiber dijatuhi hukuman penjara selama 30 tahun setelah terbukti bersalah melakukan aksi teror yang mengakibatkan kerugian senilai lebih USD 100.000 itu. Namun Pengadilan kota St. Lucie hanya memintanya membayar ganti rugi sebesar USD 10 ribu .

Penembakan Brutal di Masjid Quebec, Kanada

Pada akhir Januari 2017, seorang pemuda secara membabi buta menembaki orang-orang yang berada di dalam sebuah masjid di Quebec, Kanada. Saat itu sedikitnya 50 orang berada di dalam masjid. Penembakan menyebabkan enam orang meninggal dunia dalam aksi teror tersebut, sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengecam aksi itu dan menyebutnya sebagai “serangan teroris terhadap Muslim”.

Lima puluh orang lebih berada di Masjid Quebec itu ketika penembakan terjadi Minggu malam. Juru bicara polisi, Christine Coulombe, mengatakan enam korban berusia antara 35 tahun sampai 70 tahun. Delapan lainnya luka-luka dalam serangan itu termasuk lima orang dalam kondisi kritis

Pengadilan di Quebec City, Kanada, memvonis pelaku teror Alexandre Bissonnette dengan hukuman seumur hidup. Di persidangan dia terbukti bersalah menyerbu ke dalam masjid menjelang akhir salat dan menembaki jamaah menggunakan dua pistol serta menghabiskan 108 butir amunisi.

Serangan Teror di Masjid Arrahma Prancis

Aksi teror berupa penembakan terjadi di Masjid Arrahma di Avignon, Prancis pada 2 Juli 2017 pukul 22.30 waktu setempat. Serangan itu menyebabkan delapan orang terluka. Sebanyak empat orang terluka di dekat masjid, sementara satu keluarga yang terdiri dari empat orang terluka akibat pecahan peluru saat berada di apartemen yang terletak 50 meter dari lokasi kejadian.

Teror penembakan tersebut terjadi bertepatan ketika para Muslim keluar dari masjid usai salat. Namun, pihak kepolisian setempat menyatakan penembakan itu bukan serangan teroris.

Saksi mata mengatakan, orang-orang di tempat kejadian berhamburan ketika dua pria bertopeng saling mengacungkan senjata. Seorang membawa pistol dan seorang lagi membawa senapan. Salah seorang dari mereka dilaporkan menaiki sebuah kendaraan sebelum melontarkan tembakan.

Teror Bola Besi di Masjid Birmingham, Inggris

Komunitas muslim Inggris pada pertengahan Agustus 2018 menjadi sasaran teror ketika dua mereka dijadikan sasaran serangan bola besi. Masjid Qamarul Islam dan Masjid Al-Hijrah di Birmingham diserang dengan menggunakan bola besi yang diduga dilontarkan dengan menggunakan alat sejenis ketapel.

Serangan dilakukan malam hari pada Rabu (15/8/2018). Saat itu kaum muslimin setempat tengah melakukan shalat Isya. Akibat aksi teror itu jendela-jendela kedua masjid itu rusak.

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.