rumahhfazh.or.id – (Jakarta) Brunei Darussalam mulai memberlakukan hukuman rajam hingga tewas bagi warga yang melakukan hubungan sesama jenis atau gay, Rabu lalu. 

Dalam undang-undang (UU) pidana terbarunya, Brunei juga akan menjatuhkan hukuman kerat bagi pelaku pencurian.  

UU tersebut sebagian besar berlaku untuk Muslim. Namun terdapat beberapa aspek yang juga dikenakan terhadap non-Muslim.  

UU itu menetapkan hukuman mati bagi untuk sejumlah pelanggaran, termasuk pemerkosaan, perzinaan, sodomi, perampokan, dan penecemaran atau pelecehan nama Nabi Muhammad SAW.  

UU juga menetapkan hukuman kerat atau potong bagi pelaku pencurian. Sementara mereka yang tepergok melakukan aborsi, akan dihukum cambuk.  

Dengan diterapkannya UU tersebut, Brunei menjadi negara pertama di Asia Tenggara dan Timur yang memberlakukan hukuman syariat. Brunei  bergabung dengan negara-negara Timur Tengah, salah satunya Arab Saudi.  

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengatakan ingin melihat ajaran Islam di negaranya tumbuh lebih kuat. “Saya ingin menekankan bahwa Brunei adalah negara yang selalu mengabdikan ibadahnya kepada Allah SWT,” ujarnya dalam sebuah pidato di Bandar Seri Begawan.  

Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk Wilayah Asia, Phil Robertson, mengecam penerapan hukuman syariat oleh Brunei. 

Menurut dia, jenis hukuman itu tak dapat diterima dan sangat kejam. “Tidak ada tempat di abad ke-21 untuk jenis hukuman pidana ini,” ujarnya, dikutip laman Aljazeera.  

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Australia juga melayangkan kritik terhadap Brunei. 

“AS sangat menentang kekerasan, kriminalisasi, dan diskriminasi yang membidik kelompok-kelompok rentan,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Roberto Palladino.   

Sementara Prancis dan Australia menyatakan keprihatinan. Mereka meminta Brunei membatalkan langkahnya menerapkan hukuman syariat. 

Sultan Bolkiah telah memperkenalkan hukuman syariat tersebut sejak 2013.[]

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.