Hidup adalah amanat untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Jabatan merupakan amanat yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Anggota tubuh merupakan nikmat sekaligus amanat. Allah berfirman,

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Surat An Nur 24)

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ

“Kalian sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulit kalian kepada kalian bahkan kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan.”
(Surat Fushshilat 22)

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(Surat Al Isra 36)

Orang tua kita merupakan amanat, sudahkah kita melayani dan berkorban untuk ayah dan ibu kita? Apalagi jika orang tua kita sudah berusia senja atau sakit sakitan, jangan malah anak yang justru banyak membebani orang tuanya.

Anak-anak merupakan amanat, sudahkah kita menjadi teladan bagi mereka? Sudahkah kita membekali anak-anak kita dengan, ilmu, iman dan takwa?

Sebagai suami istri, jangan sampai kita khianat dan berselingkuh, “berpacaran” dengan orang lain lewat medsos. Didiklah istri dengan keteladanan dan akhlak yang baik. Taatilah suami, hormatilah dan layanilah dia dengan semaksimal mungkin.

Seorang teman mengingatkan jika kita bekerja di kantor, “Janganlah khianat dengan datang terlambat. Jika datang terlambat saat bekerja maka pulanglah terlambat juga. Janganlah mengambil kertas foto copian atau memfoto copi untuk urusan pribadi dengan menggunakan fasilitas kantor.”

Termasuk khianat jika seseorang menambah nilai uang dalam kwitansi barang yang dibelinya untuk keperluan kantor. Termasuk khianat meminjam uang amanat umat tanpa izin. Termasuk khianat, menggolang (mengembangkan) uang hasil penjualan barang milik orang lain yang sudah jatuh tempo.

Seorang teman bekerja di kapal penangkap udang di negara Angola Afrika Barat. Kapten kapal berkhianat dengan menjual sebagian udang di tengah lautan kepada kapal dari negara lain. Tiap dua puluh hari setiap ABK (anak buah kapal) mendapatkan uang bonus hasil penjualan udang sejumlah lima ratus sampai delapan ratus euro kecuali teman yang dari Indonesia, dia menolak menerima uang haram tersebut. Kapten kapal marah, lalu membuat berita acara kepada perusahaan di daratan bahwa satu anak buahnya dari Indonesia tidak patuh kepada atasan dan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Teman saya tawakal kepada Allah, dan yakin akan kebenaran firman Allah,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (Surat Ath Thalaq 2-3)

Tiket kepulangan sudah dibelikan pihak kantor. Kapal laut sudah mendekat ke daratan. Kapten kapal minta mobil segera disiapkan untuk langsung mengantar anak buahnya ke bandara udara untuk pulang ke Indonesia. Dalam perjalanan kapal untuk mendarat, kapten kapal berkewarganegaraan Spanyol bertengkar dengan juru masak kapal asal Angola dalam masalah lain. Keduanya sampai berkelahi di dalam kapal. Sesampai mereka di daratan, juru masak lapor ke pihak kantor akan kecurangan kapten kapal yang sudah berbulan bulan berkhianat di lautan. Juru masak ditanya siapa saja yang menerima uang hasil penjualan udang? Ia menjawab semua ABK kapal termasuk dirinya, kecuali satu orang muslim dari Indonesia. Akhirnya kapten kapal tersebut dan semua ABK dipecat dari perusahaan dan teman dari Indonesia tetap diminta bekerja dan batal dipulangkan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُوعِ، فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ  وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ، فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ

Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lapar, karena kelaparan adalah seburuk-buruk teman yang menyertai. Dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat. Karena ia adalah teman karib yang paling buruk. (HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah)

Selesai.

*Diadaptasi daritulisan Al-Ustadz Fariq Gazim Hafidzahullah

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.