rumahhufazh.or.id (Jakarta) – Pelayanan bus transportasi shalawat sangat membantu jamaah haji Indonesia dalam ibadah di tanah suci. Selama 24 jam pelayanan, naik turun para jamaah dari/ke hotel menuju Masjidil Haram berlangsung lancar.

Sebagian besar jamaah semangat untuk pergi ke Masjidil Haram. Sejak pukul 1 dini hari hingga jelang subuh, jamaah sudah keluar dari hotel.

Seorang petugas hotel, minta kepada saya untuk mengumumkan kepada jamaah haji, agar bangun malam, untuk shalat tahajud, tilawah Al Quran, dan aktifitas ibadah lainnya di mushalla hotel.

Saya mbatin dalam hati, “Lah, apa orang ini tidak tahu ya? Jamaah haji Indonesia ini semangat ke Haram sejak dini hari.”

Sisi lain dari itu, ada saja jamaah yang tidak semangat, malas untuk datang ke Haram. Bahkan semenjak kedatangannya di tanah suci beberapa hari lalu, ia belum melihat ka’bah. Alasannya sakit, tapi jalan masih tegak dan merokok masih kuat.

Saat baru tiba, dia memberitahu saya “Mas, saya gak ikut umrah dengan rombongan.”

“Loh. Kenapa tidak ikut umrah, pak?,” tanya saya.

“Saya dulu sudah pernah umrah, jadi sekarang tidak usah ikut lah,” kata dia.

Saya penasaran, kemudian bertanya lagi, “Bapak sekarang tidak ikut umrah, jadi nanti mau mengerjakan haji apa?.”

“Saya tidak tahu. Emang ada haji apa saja sih?,” kata dia lagi.

“Kalau jamaah haji Indonesia, biasanya haji tamattu’, yaitu umrah dulu, baru kemudian haji,” jawab saya lagi.

Mendapati hal itu, dia mengatakan, “Gampang lah, tinggal umrah saja nanti,” ujar dia.

“Bapak, kalau umrah dari sini, nanti kena dam (denda), karena bapak umrah telah melewati miqot,” kata saya.

Sambil menghisap rokok dalam-dalam, dia menjawab, “Oh, gitu.”

Kita pernah mendengar ada orang pergi umrah atau haji ke Mekkah, tapi tidak dapat melihat ka’bah. Mungkin kejadiannya seperti ini ya. Berangkat dari rumah niatnya beribadah, tapi sampai di tanah suci dia hanya di hotel saja, tidak berangkat ke Baitullah Al Haram.

Semoga Allah karuniakan kemabruran, bagi jamaah haji tahun ini. Amin…

Oleh : Ustadz Budi Marta S. (Petugas Haji Indonesia)

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.