Menjadi kebahagiaan tersendiri apabila anak cucu kita tumbuh dan berkembang bersama Al-Quran, terbiasa membacanya bahkan menghafalnya sehingga cepat atau lambat tersemat pada diri anak cucu kita akhlak Qurani.

Namun sudah barang tentu hal yang menjadi impian dari setiap orang tua Muslim yang sholeh tersebut tidak bisa begitu saja tercapai dengan mudahnya, orang tua memegang perananan terpenting dalam mendidik anak cucu mereka, semuanya berawal dari orang tua yang harus memposisikan diri sebagai tauladan yang baik.

Ya, orang tua juga harus belajar membaca dan menghafal Al-Quran semampunya, yang usianya di atas 30 tàhun, jauhkan saat menghafal Al-Quran dari pikiran-pikiran yang tidak produktif bahkan bisa menjadi penghalang. Seperti pikiran-pikiran berikut ini :

  1. Menghafal itu susah
  2. Yang sudah dihafal selalu lupa
  3. Sudah bukan masanya. Karena menghafal itu buat anak-anak dan remaja
  4. Murojaah itu berat membosankan
  5. Menghafal itu menyita waktu
  6. Menghafal ini tugas yang memberatkan
  7. Menghafal dengan perasaan sebagai tugas dan kewajiban dari makhluq
  8. Menghafal dengan perasaan terburu- buru ingin segera hafal
  9. Menghafal dengan perasaan takut lupa dan hilang hafalannya
  10. Menghafal dengan perasaan beban dan sengsara serta tidak bahagia
  11. Mengungkapkan ungkapan negatif. Seprti saya menyerah, saya tidak ditakdirkan, saya tidak berbakat…dsb.

Sebisa mungkin hilangkan semua lintasan-lintasan yang menghambat tersebut. Siapapun akan capek, berat dan malas jika yang tepikir selalu negatif saat menghafal. Kita akan selalu menyerah dg diri kita. Namun pikirkan tiga hal pokok ini selama menghafal dan pastikan tiga hal ini jangan sampai tdak ada dalam diri kita.

  1. Cinta kalamNya.
  2. Bahagia bersama kalamNya.
  3. Hidup bahagia di akhirat dengan syafaat Al-Quran.

Adapun dalam pelaksanaan teknisnya. Nilai-nilai keikhlasan sebagai berikut :

  1. Saat menghafal bersyukurlah kepada Allah. Karena lidah kita dipilih Allah untuk mengulang-ngulang kalamNya. Tidak semua manusia lidahnya dipilih Allah untuk banyak mengulang-ngulang kalamNya yang suci
  2. Saat menghafal, suara kita didengar oleh penduduk langit sebagai suara yang termulia dan suci
  3. Saat menghafal, ayat-ayat yang kita baca berfungsi sebagai detok atas kotoran-kotoran yang ada dalam jiwa
  4. Saat mengahafal, waktu dan hidup kita menjadi lebih barokah.
  5. Saat menghafal, kita menjadi lebih dekat dengan Allah. Dan menjadi jauh dengan Allah mereka yng jauh dari Al-Quran
  6. Saat menghafal, tidak satu hurufpun yang tidak diapresiasi oleh Allah
  7. Saat menghafal, kita sedang membekali diri untuk lebih tahan banting ( tsabat ) dan istiqomah di jalan dakwah minimal kepada keluarga
  8. Saat menghafal, kita sedang memproses peningkatan kualitas sholat
  9. Saat menghafal, kita sedang birrul walidain.
  10. Saat kita menghafal, kita sedang merintis menjadi manusia unggul dengan sebutan seperti utrujjah, muqonthorin, ahlullah dll

Jadi, mari hafalkan Al-Quran utk meraih 10 kemuliaan di atas. Relakan berapapun ayat yang kita raih. Yang terpenting kita mampu berusaha menghafal sampai ajal tiba.

Wallahu Waliyut Taufiq.

.

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.