Berakhlak dengan Al Quran

Diriwayatkan bahwasnya Said bin Hisyam bin ‘Amir, dia bertanya kepada Ummul Mu’minin “Aisyah radhiyallaahu anha, “Wahai Ibu, kabarkanlah kepadaku akhlak rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.” Maka ‘Aisyah berkata: “Sesungguhnya akhlak rasulullah itu adalah Al Quran.”

Kita mengajarkan kepada anak agar anak berakhlak dengan Al Quran.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita usahakan untuk mengaitkan semua perbuatan anak-anak dengan Al Quran. Setiap kali terjadi suatu peristiwa tertentu, kalau memungkinkan kita ingatkan mereka dengan ayat Al Quran.

Beberapa ayat Al Qur’an dan kesesuaiannya dengan keseharian anak-anak:

1. Ketika melihat rumah yang berantakan, sang ibu mengajarkan ayat ini:

” إِنّا لاَ نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ ” [سورة الأعراف : الآية : 170

“Sesungguhnya Allah tidaklah menyia-nyiakan pahala orang yang melakukan perbaikan”. Al A’raf: 170.

Kemudian berkata kepada anak: “Siapa yang ingin pahala?” Ia berkata dengan suara yang yang santai dan mengulangi kembali ayat tadi, atau menjelaskan maknanya dengan gaya bahasa yang sederhana, dengan memfokuskan ke arah pahala. Kemudian berkata : “Ayo, kita rapikan rumah, supaya kita dapat pahala.”

Dan memberikan penekanan pada kata mushlihin (orang-orang yang melakukan perbaikan)

2. Jika anak-anak duduk untuk menyelesaikan tugas sekolah, merapikan tempat tidur, merapikan mainan, membantu ibu menyiapkan makanan, dll maka ibu akan mendapatkan adanya kekurangan pada hasil pekerjaan mereka. Maka ibu menghadapinya dan berkata :

” إِنّا لاَ نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلاً ” [سورة الكهف : الآية : 30]

Sesungguhnya Allah Subhaanah Wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang paling baik perbuatannya.” Surah Al Kahfi : 30.

Dan ia (ibu) menekankan pada kata ahsan (paling baik). Kemudian mengatakan : sesuatu yang paling baik, tulisan terbaik, amalan yang terbaik…. untuk mendapatkan pahala yang terbaik.

Dan sangat ditekankan untuk banyak menggunakan lafazh-lafazh Al Qur’an tersebut, supaya anak-anak merasakan adanya keterkaitan antara kenyataan dengan ayat man ahsanu amalaa yang paling baik amalannya.

3. Ketika anak melakukan kesalahan, misalnya keluar untuk bermain di jalan tanpa izin, atau bertengkar dengan saudaranya dan melampaui batas dengan memukulnya, atau bermain di dapur hingga merusak sebagian perkakas dapur, dll. Maka ibu tidak langsung memarahi dan mengatakan kamu salah. Bahkan ibu mengajari nya untuk meminta maaf dan membacakan ayat Al Qur’an :

إِنّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السّـيّئَاتِ ” [سورة هود : الآية : 114]

“Sesungguhnya kebaikan itu akan menghilangkan kejelekan.” Surah Hud : 114.

Supaya anak mengikutkan kesalahan yang telah dia lakukan dengan kebaikan.

Dan juga aya berikut ini :

” إِنّمَا يُرِيدُ الشّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ ” [سورة المائدة الآية : 91]

“Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian.” Al Maidah : 91

4. Ketika mereka bermain air, atau menghambur-hamburkan makanan. Sampaikanlah ayat ini

“وَلاَ تُسْرِفُوَاْ, إنه لا يحب المسرفين ” [سورة الأعراف : الآية : 31]

“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” Al A’raf : 31

Ajarkan kepada anak-anak, bahwa kita harus mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah meskipun sedikit. Ingatkan tentang kondisi orang-orang yang kehidupannya serba kekurangan, bahkan tidak memiliki harta dan makanan. Jadi kita yag telah dikaruniai oleh Allah berupa kelapangan rezeki, sepatutnya kita mensyukurinya dengan cara tidak menghambur-hamburkannya.

Selain menyampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan kehidupan keseharian, orang tua mengajarkan kepada mereka tentang Islam, meskipun sebenarnya anak-anak itu sudah terlahir di atas agama Islam.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang sudah masyhur:

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”

Makna hadits di atas adalah manusia difitrahkan (memiliki sifat pembawaan sejak lahir) dengan kuat di atas Islam. Akan tetapi, tentu harus ada pembelajaran Islam dengan perbuatan/tindakan. Siapa yang Allah Subhanahu wa ta’ala takdirkan termasuk golongan orang-orang yang berbahagia, niscaya Allah _Subhanahu wa ta’ala_ akan menyiapkan untuknya orang yang akan mengajarinya jalan petunjuk sehingga jadilah dia dipersiapkan untuk berbuat (kebaikan).

Orang tua mengajari mereka sunnah yang benar, yakni sunnah yang bersumber dari rasulullah shallalahu alahi wa sallam. Mengajarkan mereka untuk menjauhi bid’ah dan khurafat. Megajarkan mereka untuk beramal shalih.

Dalam memandu anak menghafal Al Quran, jangan memberikan kesan kaku, misalnya mengatakan: “Ayo, duduk! Dengar dan hafalkan ayat ini!” Tetapi usahakan untuk biasa memperdengarkan anak-anak lantunan ayat-ayat Al Quran setiap saat melalui media tertentu, seperti kaset, mp3 dll. Dengan hal seperti ini, insyaAllah anak dengan mudah akan menghafal ayat-ayat Al Qur`an tersebut.

Yang terakhir, salah satu cara untuk mendapatkan anak yang shalih adalah dengan banyak-banyak mendoakannya. Orang tua, khususnya ibu, seharusnya banyak mendoakan anak-anaknya semoga Allah memberikan hidayah kepada anaknya dan memberikan taufik-Nya supaya anak menjadi anak yang shalih. Salah satu contoh doanya adalah:

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

“Wahai rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Orang tua mendoakan keshalihahan untuk anak-anaknya, baik laki-laki maupun yang perempuan. sebagaimana mereka juga selalu berlindung kepada Allah dari perbuatan durhaka anak-anaknya kepadanya.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengaruniakan kepada kita rezeki keturunan yang shalih yang insyaAllah bermanfaat bagi kita di dunia dan di akhirat..Aamiin[]

.

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.