Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لَا عَدْوَى ، وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَّةَ ، وَلَا صَفَرَ

“Tidak ada ‘Adwa (penyakit menular), tidak Thiyaroh (kesialan), tidak ada Haamah(burung hantu), dan shafar (kesialan di bulan Safar)” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wajib kita yakini bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di muka bumi ini kecuali dengan kehendak dan takdir Allah. Kuasa Allah dan takdir-Nya di atas segala sesuatu. Tidak ada satu peristiwa terjadi dengan sendirinya yang lepas dari ilmu Allah, Kehendak dan Takdir-Nya.

Demikian pula dengan apa yang yang tengah melanda dunia saat ini, yakni penyakit Corona, tidak mewabah kecuali di Kehendaki Allah dan ditakdirkan oleh-Nya.

Menyikapi Corona, kita yakin bahwa virus bagian dari makhluk Allah. Penularan dan penjangkitan virus itu -dari satu orang ke orang lain- tidak terjadi dengan sendirinya.

Sebagaimana disinggung dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di atas, ‘Adwa adalah keyakinan penjangkitan penyakit dan menular dengan sendirinya tanpa kehendak dan takdir Allah.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meniadakan keyakinan jahiliyah ini, bahwa menularnya penyakit dari yang sakit kepada orang sehat itu dengan kehendak Allah dan takdir-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berkuasa di alam raya ini. Hanya Dia semata yang menetapkan urusan di alam raya. Semua terjadi dengan kehendak-Nya. Sehingga, setiap Muslim haruslah bersandar kepada Allah dan bertawakkal kepada-Nya.

Corona virus yang sedang mewabah, tidak menularkan penyakit dan menjangkiti banyak orang kecuali dengan kehendak dan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah takdirkan itu dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya. Sekaligus juga dengan hikmah dari setiap ketetapan dan perbuatan-Nya.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang wabah penyakit thaun (wabah penyakit yang mematikan). Beliau memberitahuku bahwa thaun adalah:

عذاب يبعثه الله على من يشاء، وأن الله جعله رحمة للمؤمنين، ليس من أحدٍ يقعُ الطاعونُ فيمكث في بلده صابراً محتسباً، يعلم أنه لا يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر شهيد

“Adzab yang Allah kirim kepada orang yang Dia kehendaki. Allah jadikan thaun sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang di negerinya mewabah thaun lalu ia tetap berada di situ dengan sabar dan berharap pahala, ia tahu tidak ada musibah yang menimpanya kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagi dirinya melainkan baginya pahala seperti pahala seorang syahid.” (HR. Al-Bukhari)

Wabah penyakit tha’un yang terjadi di satu kaum merupakan adzab yang Allah kirimkan kepada penduduknya yang ingkar kepada Allah, mendustakan Rasul-Nya, durhaka kepada keduanya, dan jahat kepada wali-wali Allah dari kalangnan mukminin.

Di antara bentuk hukuman Allah yang diturunkan ke muka bumi adalah wabah penyakit. Ini seperti yang disebutkan dalam hadits,

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah merebak perbuatan keji (seperti zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabok, konsumsi obat-obatan terlarang dan lainnya) di suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan merebak di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un (semacam pes atau kolera) dan kelaparan yang tidak pernah ada ada pada generasi sebelumnya.” (HR Ibnu Majah dan Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shahihah no. 106)

Apabila hukuman dunia ini Allah jatuhkan maka yang akan terkena dampaknya bukan hanya orang dzalim saja. Sebagian orang-orang yang tidak terlibat dalam kedzaliman itu juga bisa terkena dampaknya. Karenanya, hendaknya kita saling beramar ma’ruf dan nahi munkar agar hukuman massal tidak Allah turunkan ke tengah masyarakat kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25)

Karenanya, apabila sebagian kaum muslimin yang shalih terkena dampaknya, dan mungkin terjadi (tertular Corona) maka sakitnya itu akan menjadi kebaikan baginya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Allah jadikan thaun sebagai rahmat bagi orang-orang beriman” akan menjadi pelebur kesalahan dan diampunkannya dosa. Juga dengan sebab kesabaran dan harapan kepada Allah akan mengalirkan pahala tanpa batas untuk mereka. Bahkan disebutkan, akan mendapatkan pahala seperti oranng yang mati syahid. Ma Syaa Allah.

Ini keistimewaan orang-orang beriman. Seluruh urusannya itu baik baginya. Jika mendapat nikmat maka ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika mendapat musibah maka ia bersabar dan itupun baik baginya.

Disamping berdoa dan tawakkal kepada Allah, kita juga haruslah mengusahakan sebab yang dibolehkan syariat agar terhindar dari tertular, seperti tidak berkunjung ke tempat yang terjadi wabah, menggunakan masker, mencuci tangan sebelum makan, menjaga wudhu dengan baik, dan lain-lain.[]

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email
rumahhufazh.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.