Kunjungan MBS Ke China Dikomentari Para Pembencinya

rumahhufazh.or.id (Jakarta) – Arab Saudi tak henti-hentinya diserang dengan pemberitaan-pemberitaan negatif terhadap kebijakan kerajaan tersebut. Baru-baru ini, media-media anti Saudi kembali memfitnah kerajaan dengan menyebut bahwa Putra Mahkota MBS mendukung kedzaliman pemerintah China terhadap etnis muslim Uyghur. Benarkah demikian?

Seperti yang kita ketahui bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS) baru saja menyelesaikan tur investasi ke beberapa negara Asia (Pakistan, India dan China). Tour dimulai dengan awal yang optimis dengan investasi sebesar $20 miliar dolar di Pakistan yang membuat harapan bagi ekonomi Pakistan yang kesulitan.

Tour berjalan lancar dan dilanjutkan ke negara saingan regional Pakistan, yaitu India. Di India, MBS mendapat sambutan publik yang sangat besar dan menjalin kerjasama investasi di antara kedua negara. Tidak lama-lama, MBS kemudian melanjutkan tur ke China.

Media anti-Saudi terus melaporkan bahwa kunjungannya seminimal mungkin. Dari Al Jazeera hingga The Wall Street Journal, tidak ada yang sensasional yang dilaporkan sampai mereka menemukan pernyataan-pernyataan MBS yang kontroversial yang bisa menjadi makanan empuk untuk dipelintir.

Dalam turnya ke Asia, MBS menekankan sikap Arab Saudi melawan terorisme di Pakistan, India dan Cina. Di China, MBS menjelaskan kesuksesan Arab Saudi melawan ekstremisme dan terorisme. Dalam penjelasannya tersebut MBS mengatakan bahwa China juga memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah anti-terorisme dan anti-ekstremisme untuk menjaga keamanan nasional.

“Arab Saudi menghormati dan mendukungnya dan bersedia memperkuat kerja sama dengan Cina,” ungkap MBS, seperti dikutip dari Muslim World Journal, Ahad, (24/2/2019).

Dan begitulah, Media anti-Saudi menemukan momennya dan mengklaim bahwa kata-kata ini digunakan MBS untuk mendukung genosida China terhadap kaum Uyghur. Padahal MBS tidak menyebut-nyebut nama Uyghur dan dia tidak ditanyai tentang mereka. Namun pernyataan ini menjadi makanan empuk dan disalahartikan sebagai pembenaran untuk genosida.

Bagaimana bisa seseorang membuat lompatan logis dari pernyataan umum yang memamerkan kesuksekan Arab Saudi melawan terorisme menjadi sebuah pernyataan dukungan terhadap genosida kaum Muslim di Cina?

Jawabannya mungkin terletak pada fakta bahwa outlet berita anti-Saudi menunggu Arab Saudi untuk melakukan apa saja yang dapat diputarbalikkan untuk menunjukkan bahwa Arab Saudi menjadi musuh umat Islam. Dan seperti biasa, seringkali pemberitaan tersebut berasal dari media anti Saudi seperti Press TV dan Al Jazeera.

Sumber : Muslim World Journal |

Oct/rumahhufazh.or.id

______________________________________________________________

Ayo bantu program berantas buta huruf Al-Quran bersama LPI-RH. Enam puluh lima persen penduduk Indonesia masih buta huruf Al-Quran.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan untuk membantu program kami.

LPI-RH melakukan penyaluran kepada lebih dari 20 penerima manfaat setiap bulannya, dengan penyaluran rata-rata 20 juta per bulan dan menghasilkan lebih dari 180 aktivitas pendidikan masyarakat per bulan.

Karena komitmen LPI-RH adalah mendorong SDM Pendidik dan Pendakwah membina masyarakat Islam. Kami peduli dan kami ajak Anda peduli.

Ayo donasi minimal Rp.100.000/bulan ke no.rekening,

BSM 70 9157 3525 a.n Yayasan Rumah Hufazh QQ Infaq

Konfirmasi ke 08961324556.

Print Friendly, PDF & Email